Menteri Edhy: Lobster Bisa Dibudidaya, dari Telur hingga Dewasa

Oleh Liputan6.com pada 28 Feb 2020, 15:01 WIB
Diperbarui 28 Feb 2020, 15:01 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan restocking 50.000 ekor ikan nilem ke Waduk GOR Jakabaring. (Foto: KKP)
Perbesar
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan restocking 50.000 ekor ikan nilem ke Waduk GOR Jakabaring. (Foto: KKP)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengunjungi Universitas Tasmania dalam kunjungan kerjanya di Australia. Dia melihat langsung budidaya lobster yang dikembangkan para peniliti universitas yang berdiri sejak 1890 itu.

Universitas Tasmania melalui Institut Studi Kelautan dan Antartika (IMAS) berhasil mengembangkan budidaya lobster setelah melewati 20 tahun penelitian. Proses budidayanya bahkan dari telur ke puerulus (benih) hingga menjadi lobster dewasa.

"Ini kemajuan, karena selama ini belum ada yang bisa budidaya lobster sampai bisa dikembangkan-biakkan. Saya pikir Indonesia harus pelajari ini," ujar Edhy Prabowo dalam keterangan tertulis, Jumat (28/2/2020).

Hasil budidaya oleh para peneliti IMAS, sambung Edhy Prabowo, menjadi jawaban bahwa lobster tidak akan punah.

"Di sini sudah dijawab langsung oleh ahlinya. Beliau sudah meneliti 20 tahun. Hal lain yang menjadi penting, bagaimana berbudidaya lobster yang baik," urainya.

Budidaya memang menjadi sektor yang sedang digarap serius oleh Kementerian Kelautan Perikanan. Khusus untuk budidaya lobster, menurut Edhy sangat menjanjikan karena punya nilai ekonomi tinggi. Di samping itu, Indonesia punya potensi besar karena memiliki benih sekaligus indukan.

Dalam mengembangkan budidaya lobster, lanjut Edhy, perlu sinergi dan komitmen yang kuat antara pemerintah, nelayan, pembudidaya, dan pelaku usaha. Dengan begitu, nilai tambah ekonomi didapat keberlanjutan lobster pun terjaga.

Untuk bisa merealisasikan budidaya lobster di Tanah Air, Edhy Prabowo akan lebih dulu merevisi Permen KP 56/2016. Draftnya sudah finalisasi tinggal menyampaikan ke Menko Maritim dan Investasi serta Presiden.

"Karena revisi Permen ini muncul atas aspirasi masyarakat. Mulai dari nelayan, ahli lingkungan, pelaku usaha. Mayoritas setuju budidaya. Intinya ada pemanfaatan dan diawasi dengan baik," pungkas Edhy.

 

2 dari 3 halaman

Simulator Kapal Penangkap Ikan

Selain mengunjungi laboratorium hatchery lobster, Menteri Edhy juga diajak berkeliling melihat simulator kapal penangkap ikan, hatchery salmon dan abalone, serta berdiskusi dengan para peniliti. Di samping itu, Menteri Edhy menyaksikan MoU di bidang kelautan dan perikanan antara KKP dan Universitas Tasmania.

Sementara itu, budidaya lobster sejatinya sudah berjalan di sejumlah tempat di Indonesia, salah satunya di Lombok Timur. Hanya, budidaya di Lombok Timur konsepnya pembesaran dari benih hingga lobster dewasa. Belum sampai tahap pembenihan (hatchery).

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓