Zulhas Tutup Kongres PAN, Amien Rais dan Mulfachri Tak Hadir

Oleh Nanda Perdana Putra pada 12 Feb 2020, 13:32 WIB
Diperbarui 12 Feb 2020, 13:32 WIB
Zulkifi Hasan menutup Kongres PAN di Kendari

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PAN terpilih Zulkifli Hasan menutup Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara. Selama kegiatan berlangsung, tidak tampak kehadiran Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Caketum PAN Mulfachri Harahap.

Pantauan Liputan6.com, Rabu (12/2/2020), tempat duduk barisan terdepan diisi oleh Zulkifli Hasan, Hatta Rajasa, Nasrullah, Asman Abnur, Eddy Soeparno, Yandri Susanto, Totok Daryanto dan Bima Arya.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas mengenang bagaimana tokoh senior PAN Amien Rais selalu memberikan dukungan dalam berbagai hal. Salah satunya saat maju menjadi Ketua MPR.

"Ini nostalgia, boleh lah, pulang dari rumah Pak SBY, minta saya maju gitu, Pak SBY kan ahli strategi, tapi saya belum yakin, belum bersedia. Kemudian saya ketemu Pak Amien, saya bilang, Pak itu hak orang. Hitungannya udah kalah. Kita pada waktu itu kalah 100-an karena PPP nyebrang," tutur Zulhas di lokasi.

"Tapi Pak Amien minta waktu itu maju Insyaallah, begitu. Nambah keyakinan. Ya sudah Pak Amien kalau gitu Bismillah doakan saja lah. Waktu itu kita menang 17 suara jadi ketua MPR. Itu lah saudara bergulir begitu seperti itu keadaannya," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Terima Kasih ke Amien Rais

Zulhas pun mengucapkan terima kasih kepada Amien Rais dan keluarga. Dia juga meminta maaf jika dalam perhelatan Kongres V PAN terdapat banyak kesalahan.

"Tentu dalam perhelatan ini banyak sekali hal-hal yang oleh tim, bahkan mungkin oleh saya, kadang-kadang juga keluarga yang terbawa, secara terbuka saya mohon maaf ke Pak Amien, Bu Amien dan keluarga atas apa yang terjadi dan mudah-mudahan pada kesempatan yang tepat nanti saya akan datang ke Yogya," jelas Anies.

Dia juga menyampaikan terima kasih terhadap seluruh kader atas partisipasinya dalam Kongres V PAN.

"Saya juga minta maaf rakyat Indonesia, kepada seluruh simpatisan PAN atas apa yang terjadi. Tapi itulah resiko demokrasi. Setiap orang punya hak yang sama boleh mengekspresikan seperti apa," ujarnya.

Dia meyakini PAN bisa dewasa dan bisa menyelesaikan persoalan-persoalan dengan baik. "Hanya memang kita sayangkan ada orang luar yang terlibat, saya kira itu yang membuat kursi-kursi melayang itu. Oleh karena itu saya minta maaf," Zulhas menandaskan.

Lanjutkan Membaca ↓