Kapolri Resmikan Indonesia Safety Driving Center di Serpong

Oleh Yopi Makdori pada 11 Feb 2020, 13:37 WIB
Diperbarui 11 Feb 2020, 13:37 WIB
isdc

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Idham Azis meresmikan Pusat Berkendara dengan Aman atau Indonesia Safety Driving Center (ISDC) di Serpong, Tangerang Selatan. Peresmian dilakukan dengan penandatanganan prasasti pendirian ISDC oleh Kapolri.

Menurut Direktur Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Korlantas Polri Brigjen Chryshnanda Dwilaksana, ISDC dibangun sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian Polri terhadap berkendara dengan aman.

"Serta sebagai bentuk implementasi dari Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan," kata Chryshnanda di lokasi, Selasa (11/2/2020).

Dia menyebutkan, ISDC juga merupakan upaya untuk membantu pemerintah guna menyediakan lahan dan sarana sebagai tempat pembelajaran bagi pengawal maupun ajudan.

"Tempat belajar dan berlatih bagi para instruktur sekolah mengemudi. Serta pendidikan dan pelatihan bagi para penguji SIM, pengemudi profesional, para petugas Patwal dan PJR, dan juga para petugas yang mengatasi emergency atau SAR," papar dia.

Selain itu, lanjut Chryshnanda, adanya tempat tersebut juga berfungsi untuk sarana pengembangan mengenai keselamatan berkendara. Di mana pihaknya akan mengembangkan juga Road Safety Research and Development.

Menurut dia, hadirnya ISDC juga akan digunakan sebagai pusat kajian guna membahas mengenai kecelakaan dalam berkendara. Tak lupa juga bisa digunakan sebagai pembinaan komunitas berkendara.

ISDC sendiri berdiri di atas lahan seluas 15 hektare dengan luas lokasi pelatihan mencapai 10 hektare. Di sana dipersiapkan pula 150 orang master trainer.

"Yang telah belajar di Eropa, Asia, Amerika, dan juga Australia," ucap dia.

Nantinya, menurut Chryshnanda mereka akan menjadi pelatih para trainer berkendara di seluruh Indonesia.

2 dari 3 halaman

Didorong Kecelakaan Tinggi

Hadirnya ISDC, menurut Chryshnanda juga atas keprihatinan pihak melihat tingginya angka kecelakaan lalu lintas setiap tahun.

"Setiap hari antara 60 sampai 80 meninggal dunia. Belum yang cacat atau luka berat. Di dunia hampir satu juta orang yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas," tutur dia.

Dengan hadirnya ISDC, dia berharap bisa terwujud serta terpeliharanya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar. Selain sebagai upaya untuk menekan angka kecelakaan itu sendiri.

"Membangun budaya tertib lalu lintas, serta memberikan pelayanan yang prima di bidang lalu lintas angkutan jalan," tutup dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓