Kongres PAN Ricuh, Gelas Air Mineral hingga Kursi Melayang

Oleh Nanda Perdana Putra pada 11 Feb 2020, 12:33 WIB
Diperbarui 11 Feb 2020, 12:33 WIB
Suasana sidang Kongres V PAN sempat memanas.

Liputan6.com, Jakarta - Suasana sidang Kongres V PAN sempat memanas. Khusus pada agenda pembacaan tata tertib kongres. Penyebabnya ada sejumlah peserta yang meminta agar ada 'sterilisasi' peserta sidang. Sebelumnya, sidang pleno pertama Kongres dibuka pada pukul 11.00 WITA.

Berdasarkan pantauan, ruang sidang terus memanas. Ada kursi, gelas plastik air mineral, hingga, kardus air mineral yang dilempar. Hingga aparat keamanan masuk ke dalam ruang sidang untuk meredakan situasi. Polisi berdiri di antara peserta yang sudah terbagi dalam dua kelompok.

Ada kelompok peserta yang menginginkan sidang tetap dilanjutkan. Sementara ada sekelompok peserta yang meminta agar orang-orang yang bukan peserta keluar dari ruang sedang. "Yang bukan peserta, keluar!," demikian pernyataan yang keluar.

"99 persen (sidang) kondusif. Jangan terganggu oleh 1 persen yang mau rusuh. Boleh main taktis persidangan tapi jangan kekanak-kanakan," ungkap suara yang lain. Asalnya dari panggung utama.

Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee/OC) Kongres PAN, Eko Hendro Purnomo pun sampai meminta agar segenap peserta sidang untuk kembali tenang agar sidang dapat dilanjutkan. "Pak, duduk Pak," ujar Eko.

Pantauan Liputan6.com, Selasa (11/2/2020), massa kemudian membuka pintu dan riuh suasana pun terdengar. Berbagai teriakan bernada protes keluar.

Massa pendukung Caketum PAN Mulfachri Harahap sempat keluar ruangan. Namun bergegas kembali setelah mendengar instruksi lain.

Di akhir kegaduhan, massa kemudian meneriakkan instansi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"KPK, KPK, KPK," teriak massa dari dalam ruangan.

Sekretaris Steering Committee (SC) Kongres PAN, Saleh Partaonan Daulay, membenarkan bahwa kericuhan terjadi karena adanya kelompok peserta yang menuntut sterilisasi peserta sidang. Artinya yang tidak berhak hadir harus keluar ruangan.

"Ada dinamika sedikit. Karena sebagian dari peserta menginginkan yang ada di dalam ruangan adalah mereka yang betul-betul peserta dan yang mempunyai status yang jelas di dalam," kata dia, ditemui di Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).

Dia menjelaskan, situasi memanas karena sejumlah peserta menginginkan agar yang hadir di ruang rapat benar-benar memiliki kejelasan status dan hak untuk mengikuti sidang.

"Itu kan ada peserta, peninjau, ada tamu undangan. Nah mereka tidak mau kalau misalnya ada orang-orang di luar itu dimasukkan. Sehingga suasananya mereka inginkan tertib," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Diskors

Untuk menanggapi aspirasi tersebut, lanjut Saleh, sidang diskors sementara. Selanjutnya akan kembali dilakukan pengecekan status kepesertaan masing-masing orang yang ada di ruang sidang.

"Disuruh duduk semua, pesertanya, ada di tim, empat orang ditambah SC untuk mengecek satu per satu id card masing-masing. Nanti akan dilanjutkan lagi," ungkapnya.

Dia menegaskan, sesungguhnya, mereka yang tidak memiliki status jelas sebagai peserta sidang tidak boleh berada di ruangan. "Kayak model saya, status ada tiga. Sekretaris SC, Anggota DPR RI, saya juga pengurus DPP PAN. Jadi saya punya hak untuk masuk," terang Saleh.

"Ada orang yang mungkin di dalam tadi, kelihatannya belum tentu dia punya hak. Itu yang mau dilihat saja. Sebetulnya dinamika biasa di forum supaya untuk mensterilkan. Biasanya kalau sudah selesai lebih berjalan mulus," tandasnya.

Belum diketahui sampai kapan skorsing rapat berjalan. Sementara massa pendukung Caketum PAN Petahana Zulkifli Hasan masih tetap bertahan di ruangan rapat.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓