Sopir Taksi Online Diduga Akan Culik Penumpang, Polisi Tunggu Laporan

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 10 Feb 2020, 19:07 WIB
Diperbarui 10 Feb 2020, 19:07 WIB
Ilustrasi Foto Taksi Online (iStockphoto) ​

Liputan6.com, Jakarta - Cerita seorang wanita viral di media sosial. Dia bercerita saat sopir taksi online dari aplikasi Grab Indonesia diduga akan menculik dia selaku penumpang. Kabar ini dibagikan T selaku korban yang nyaris diculik. Dia membagikan pengalaman nahasnya itu langsung lewat akun Instagram pribadinya.

Korban adalah seorang karyawati yang hendak pergi ke salah satu tempat di Jakarta. Kendati saat perjalanan, menurut T pengemudi mengeluarkan gerak gerik aneh dengan kerap menghubungi seseorang lewat sambungan radio komunikasi atau HT menggunakan kode-kode yang mencurigakan.

Kecurigaan T makin kuat, saat arah mobil semakin melenceng dari titik tujuan seperti dipesan via aplikasi. T yang curiga langsung menghubungi orang terdekat untuk meminta bantuan. Pengemudi yang mengetahui niat jahatnya terendus memacu mobilnya semakin kencang dan sempat melakukan rem mendadak agar T tidak fokus meminta pertolongan.

Menurut keterang T di Instagramnya, dirinya sempat memencet tombol darurat yang disediakan aplikasi Grab. Dia pun memberitahu hal itu kepada pengemudi, sehingga T langsung diturunkan di tengah jalan karena takut jejaknya terekam aplikasi tersebut.

Grab Indonesia melalui keterangan resminya mengatakan kejadian yang dialami T sudah diproses. Pihaknya langsung memburu pengemudi tersebut dan menonaktifkan akunnya.

"Terkait insiden ini sudah ditangani langsung oleh satgas Grab saat tombol darurat itu diaktifkan, sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang," kata Tirza Reinata Munusamy, Deputy Director of Public Affairs, Grab Indonesia, Senin (10/2/2020).

Grab Indonesia sangat berterima kasih atas perhatian seluruh pihak terkait insiden ini dan bersyukur tidak menimbulkan kecemasan lebih lanjut. Hal ini didukung dengan hadirnya emergency button/tombol darurat di platform Grab yang terbukti efektif dalam memberikan keamanan maksimal untuk para pelanggannya.

"Keselamatan dan keamanan merupakan prioritas utama Grab," jelas Tirza.

2 dari 3 halaman

Tunggu Laporan Korban

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengaku telah mendengar kabar sopir taksi online dari aplikasi Grab yang diduga akan menculik penumpangnya. Menurut keterangan yang didapat, korban akan melapor ke Polda Metro Jaya.

"Kami tunggu hari ini, kabarnya akan melapor," kata Kombes Yusri saat dihubungi Liputan6.com, Senin (10/2/2020).

Dia menegaskan, laporan korban sangat dinantikan agar tim reskrim kepolisian dapat bergerak dan menyelidiki kasus duggaan penculikan dialami oleh T.

"Segera lapora agar kita bisa bergerak, prinsipnya kami siap," tegas Yusri menandasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓