Seleksi Ketat dan Transparan, Banyuwangi Tampilkan Nilai SKD CPNS Secara Real Time

Oleh Gilar Ramdhani pada 07 Feb 2020, 17:05 WIB
Diperbarui 07 Feb 2020, 17:05 WIB
Pastikan Tidak Ada Kecurangan, Nilai CPNS Ditampilkan Secara Realtime

Liputan6.com, Banyuwangi Sebanyak 1.240 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Banyuwangi mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Kantor Badan Kepegawaian dan Diklat Banyuwangi. Sejak tanggal 6 Februari 2020, setiap harinya ada 400-an orang mengikuti tes yang dibagi dalam empat sesi per hari. Tes terakhir sendiri berlangsung pada 8 Februari 2020.

Pemkab Banyuwangi memastikan bahwa penjaringan CPNS di Banyuwangi dilakukan secara ketat dan transparan. Selain uji administrasi dengan standar minimal IPK 3,5, para peserta dipastikan tidak akan bisa melakukan praktik curang, seperti menyewa seorang joki saat ujian berlangsung.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKD) Banyuwangi, Nafiul Huda mengatakan, di lokasi tes, terdapat beberapa monitor yang menampilkan hasil nilai hasil ujian secara real-time dan bisa disaksikan langsung oleh masyarakat maupun keluarga yang mengantar.

"Monitor di depan dan di dalam ada, nilainya bisa langsung disaksikan secara real-time. Jadi monitor ini, masyarakat bisa langsung mengetahui berapa soal yang sudah dikerjakan, dan nilainya berapa, jadi misalnya saat mengklik jawaban nomor satu, maka nilainya akan muncul bila jawabannya benar akan dapat nilai 5," kata Huda, Jumat (7/2).

 

2 dari 4 halaman

Nilai bisa langsung dilihat

Huda memastikan, tidak ada kecurangan dalam seleksi CPNS. Masyarakat jangan percaya bila ada yang menjanjikan kelolosan peserta dalam ujian CPNS.

"Jadi bisa dilihat siapapun, jadi bentuk transparansi, masyarakat luas bisa melihat langsung nilainya, meskipun yang bersangkutan belum tahu, jadi jangan sampai percaya bila dengan iming-iming yang menjanjikan kelolosan CPNS," katanya.

"Jadi ini nilai yang sedang dikerjakan peserta di ruang CAT satu dan dua, murni hasil kerja peserta," tambahnya.

Bahkan, peserta hadir di lokasi SKD minimal satu jam sebelum ujian digelar. Mereka wajib melakukan pengesahan kartu tanda peserta ujian dan pemberian personal identification number (PIN) registrasi. Sebelum masuk ruangan peserta juga diperiksa oleh Satpol-PP untuk mencegah membawa benda, seperti handphone.

"Peserta yang datang terlambat, tidak diizinkan mengikuti SKD. Maka secara otomatis dinyatakan tidak lulus," kata dia.

 

3 dari 4 halaman

Ambang Batas Minimal Nilai SKD

Kali ini, sebanyak 1.240 orang sedang melakukan tes SKD selama tiga hari. Setiap harinya tes akan diikuti 400-an orang, dengan empat sesi per hari.

"Dimana masing-masing sesi diikuti 100 peserta. Kecuali hari Sabtu, di bagi dalam lima sesi, karena di hari itu pesertanya yang paling banyak," ujarnya.

Pada tahapan seleksi ini, peserta dihadapkan dengan 100 butir soal yang terbagi dalam tiga kategori. Yakni Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

"Untuk bisa lolos tahapan seleksi ini, peserta harus bisa memenuhi nilai ambang batas minimal SKD sebagaimana diatur dalam Permenpan-RB Nomor 24 Tahun 2019. Untuk jalur formasi umum total nilai ambang batas minimal yang harus diperoleh sebesar 271. Rinciannya, nilai minimal TKP sebesar 126, TIU sebesar 80, dan TWK sebesar 65," kata Huda.

Sementara untuk jalur disabilitas, imbuhnya, akumulasi skor minimalnya sebesar 260.

"Dengan catatan, nilai minimal TIU nya sebesar 70," ujarnya.

 

4 dari 4 halaman

Kuota CPNS Banyuwangi

Total pelamar CPNS Banyuwangi mencapai tahun ini sebanyak 1.890 orang. Dari jumlah tersebut, yang berhak maju ke seleksi SKD hanya 1.240 orang, karena telah memenuhi syarat (MS) dan dinyatakan lolos seleksi administrasi. Salah satunya dengan menetapkan standar Indek Prestasi Kumulatif (IPK) formasi umum, IPK minimal 3,5 untuk perguruan tinggi terkadreditasi C; IPK 3,25 untuk akreditasi B; dan IPK 3,00 untuk akreditasi A. Sedangkan formasi disabilitas, IPK minimal 2,75.

"Dari 1240 yang lolos seleksi administrasi dan mengikuti ujian SKD, 200 diantaranya berasal dari berbagai kota, ada yang Jayapura dan Bandung," ujarnya. Ribuan peserta tersebut akan memperebutkan kuota CPNS Banyuwangi sebanyak 276 orang.

Lanjutkan Membaca ↓