Pemprov DKI Minta PPK Evaluasi Drainase di Underpass Kemayoran

Oleh Liputan6.com pada 02 Feb 2020, 18:14 WIB
Diperbarui 02 Feb 2020, 18:14 WIB
Underpass Kemayoran Penuh Sampah Akibat Banjir
Perbesar
Petugas Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran membersihkan sampah yang muncul akibat banjir di Underpass Kemayoran, Jakarta, Minggu (2/2/2020). Selain melumpuhkan akses, banjir setinggi hingga 5 meter tersebut menyebabkan sampah memenuhi Underpass Kemayoran. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah meminta Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran mengevaluasi sistem drainase di Underpass Gandhi Kemayoran yang sudah dua kali terendam banjir sejak awal tahun 2020.

"Untuk PPK Kemayoran, saya sarankan drainase mesti dievaluasi," kata Saefullah saat meninjau lokasi banjir Underpass Kemayoran, Minggu (2/2/2020).

Saefullah menegaskan, banjir berulang di Underpass Kemayoran harusnya menjadi evaluasi dan perbaikan sistem pompa air.

"Pompa di bawah underpass harus dihitung ulang kapasitasnya, harus melebihi debit air yang masuk," kata Sekda.

Dilansir Antara, Saefullah menduga ada ketidakberesan pada sistem aliran air karena masih ada air yang jatuh dan dibuang di Underpass Kemayoran.

"Kemayoran harus punya sistem polder sendiri, seperti di Ancol yang tidak ada masalah saat ini," kata Sekda.

Penanganan banjir rutin dilakukan PPK Kemayoran di Underpass Gandhi. Karena kewilayahan, Pemprov DKI melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan menurunkan lima unit mobil pompa untuk membantu penyedotan air.

2 dari 3 halaman

Kembali Terendam Banjir

Gunakan Pompa, Petugas Gabungan Sedot Banjir di Underpass Kemayoran
Perbesar
Petugas melakukan penyedotan air yang merendam underpass Kemayoran, Jakarta, Minggu (2/2/2020). Akibat hujan yang cukup lama di kawasan tersebut membuat underpass tersebut terendam air hingga ketinggian 5 meter. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Banjir kembali merendam underpass Kemayoran, Jakarta Pusat. Akibatnya, akses jalur tersebut pun terputus alias tak bisa dilalui kendaraan.

"Iya benar, banjir seperti dulu. Sekitar 3 meter sampai 3,5 meter. Jadi enggak bisa dilalui," ujar petugas pemadam kebakaran Sudin Jakarta Pusat, Fadli saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Minggu (2/2/2020).

Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih terus memantau lokasi banjir di underpass Kemayoran. Tindakan belum bisa dilakukan lantaran hujan masih mengguyur Jakarta.

"Masih mantau lokasi. Belum bisa menyedot, karena hujan masih turun. Percuma juga kalau dipompa kalau air terus turun ke underpass. Karena di situ gak ada pompanya," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓