Jika Hujan Lebat, Underpass Kemayoran Sering Banjir

Oleh Fachrur Rozie pada 25 Jan 2020, 22:55 WIB
Diperbarui 25 Jan 2020, 23:18 WIB
Kondisi Underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (25/1/2020)

Liputan6.com, Jakarta - Underpass Kemayoran, Jakarta Pusat masih belum bisa dilalui kendaraan hingga pukul 19.00 WIB. Hal itu disebabkan banjir yang menenggelamkan seluruh underpass tersebut.

"Sepertinya belum bisa (dilewati), saya masih tunggu data terakhirnya," ujar Sekretaris SDA DKI Jakarta Dudi Gardesi saat dikonfirmasi, Sabtu (25/1/2020).

Sebelumnya, Ristu, petugas Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat mengatakan bahwa air sudah mulai menggenang sejak Jumat (24/1/2020) malam. Hingga Sabtu pagi, volume air terus meninggi hingga melumpuhkan akses underpass.

"Sejak kemarin. Ketinggiannya sih kurang lebih 5 meteran, tapi ini sudah mulai berkurang sih," kata Ristu saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (25/1/2020).

Ristu mengatakan untuk menguras air yang memenuhi underpass Kemayoran bisa memakan waktu satu hingga dua hari. Tergantung dengan curah hujan yang mengguyur wilayah Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, ketinggian air berangsur surut. Hal itu terlihat dari bekas sampah air yang menempel di tiang underpass.

2 dari 3 halaman

Sering Banjir

Menurut Ristu, underpass Kemayoran kerap kali banjir jika curah hujan tinggi.

"Ini udah langganan banjir, tapi tergantung curah hujan. Kalau curah hujan tinggi dia selalu kayak gini," tukasnya.

Sementara itu, proses penyedotan terus dilakukan. Dari Dinas SDA Jakarta Pusat mengerahkan satu unit alat pompa dengan kapasitas 250 hingga 300 liter air.

Satu unit mobil pemadam kebakaran juga terlihat melakukan penyedotan. Air yang disedot kemudian dialirkan ke saluran air di atasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓