Jokowi Jamin Ibu Kota Baru Bebas Banjir dan Macet

Oleh Liputan6.com pada 24 Jan 2020, 15:43 WIB
Diperbarui 24 Jan 2020, 15:43 WIB
Presiden Jokowi meninjau ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).(Liputan6.com/ Lizsa Egeham)
Perbesar
Presiden Jokowi meninjau ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).(Liputan6.com/ Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjamin ibu kota baru di Kalimantan Timur bebas dari banjir dan macet. Termasuk, transportasi massal yang sudah menggunakan energi listrik.

Hal itu disampaikan Jokowi saat pidato dalam acara Pencanangan Sensus Penduduk 2020 bersama Badan Pusat Statistik di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020).

"Tidak ada ibu kota seluruh dunia seperti ini nanti, nggak ada. Itu diferensiasinya ada di situ. Semuanya energi baru terbarukan. Transportasi massal semuanya electric vehicle, autonomous vehicle, kendaraan pribadi juga autonomous, juga elektrik," kata Jokowi.

"Banyak orang jalan kaki banyak orang bersepeda. Nggak ada banjir, nggak ada macet," sambung dia.

Paling penting, kata Jokowi, yang ingin pemerintah bangun adalah sebuah peradaban baru. Di mana penggunaan transportasi massal sebanyak-banyaknya menggunakan kendaraan pribadi energi listrik dan autonomous.

"Tetapi kita pindah ke sana bukan ingin pindah gedung dan lokasi. Terpenting kita bangun sebuah sistem, pindah pola kerja, kultur, karena ke depan persaingan akan semakin berat. Negara yang cepat akan kalahkan yang lambat," ucap Jokowi.

 

2 dari 3 halaman

Banjir Masalah Besar

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut masalah besar di Jakarta adalah banjir dan macet. Dia mengatakan, persoalan ini dapat diminimalisasi dengan pemindahan Ibu Kota.

"Kalau tidak pindah Ibu Kota ya memang tetap akan sulit," kata Jokowi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (18/12/2019).

Menurut dia, jika tidak pindah Ibu Kota, Jakarta akan semakin dipadati penduduk dari berbagai daerah untuk mencari pekerjaan.

"Sehingga yang terjadi kepadatan penduduk semakin tambah semakin hari. Sekitar 56 persen penduduk kita di Jawa, khususnya Jakarta dan sekitarnya. PDB ekonomi kita 58 persen ada di Jawa, khususnya di Jakarta, sehingga perlu pemerataan ekonomi saya kira itu," lanjut Jokowi.

Hal ini diungkapkan Jokowi menanggapi banjir Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019.

Dia mengatakan, pemerintah sedang membangun bendungan Ciawi dan Sukamahi untuk mengatasi banjir Jakarta. Kedua bendungan ini ditargetkan selesai pada akhir 2020.

"Di Bogor selesai kira-kira akhir tahun depan insyaallah, kalau jadi akan bisa lebih dikendalikan," ungkap Jokowi.

 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra/Merdeka.com

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓