Menhub Akan Dampingi Jokowi Tinjau Bakal Pelabuhan Multifungsi di Labuan Bajo

Oleh Yopi Makdori pada 20 Jan 2020, 12:13 WIB
Diperbarui 20 Jan 2020, 12:13 WIB
jokowi
Perbesar
Presiden Jokowi menikmati keindahan Labuan Bajo dari Puncak Waringin, NTT, Rabu (10/7/2019). (Biro Pers Setpers)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi siang ini dijadwalkan akan mendampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau lokasi bakal pelabuhan multifungsi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/1/2020).

Pantauan Liputan6.com, di lokasi lahan bakal pelabuhan multifungsi Labuan Bajo, beberapa dinas terkait mulai bersiaga menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Tampak ada sebuah mobil ambulans yang sengaja disiagakan di lokasi.

Panitia telah menyiapkan tenda berwarna putih yang akan digunakan sebagai tempat Presiden Jokowi dan beberapa menteri kabinetnya. Tenda hanya ada satu unit di tengah lapangan, sementara pengunjung akan berada di luarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum tampak atusisme warga sekitar yang datang ke lokasi untuk menyaksikan kedatangan Presiden Jokowi meninjau bakal pelabuhan di Labuan Bajo. Hal ini mungkin karena acara baru akan berlangsung sekitar pukul 13.00 Wita.

 

2 dari 3 halaman

Pisahkan Pelabuhan Penumpang dan Barang

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi
Perbesar
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (9//2020).(Liputan6.com/ Yopi Makdori)

Sebelumnya, Menhub Budi Karya Sumadi lebih dulu meninjau lokasi bakal pelabuhan multifungsi  di Labuan Bajo pada Minggu, 19 Januari 2020. Pelabuhan itu akan dibangun di Wae Kelambu, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

"Kita berniat untuk membangun satu pelabuhan untuk logistik. Mengapa ini membangun, karena sekarang ini di pelabuhan lama (Pelabuhan Labuan Bajo) ada kegiatan yang kurang sinkron," kata Menhub di lokasi, Minggu sore.

Menhub menilai aktivitas di pelabuhan lama atau Pelabuhan Labuan Bajo dirasa kurang efisien. Pasalnya, aktivitas bongkar muat peti kemas sekaligus angkutan penumpang, utamanya para wisatawan, disatukan.

"Dalam perencanaan yang akan datang, pelabuhan lama akan dibuat sebagai pelabuhan khusus bagi (angkutan) penumpang," katanya.

Budi Karya menyebut, pelabuhan yang sudah ada akan dikembangkan menjadi pelabuhan wisata dari Labuan Bajo menuju Pulau Komodo atau sebaliknya. Menurut Menhub, adanya aktivitas bongkar muat kontainer dirasa kontraproduktif dengan kegiatan wisata.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓