Jokowi Belum Putuskan Mencabut Subsidi Elpiji 3 Kilogram

Oleh Maria Flora pada 18 Jan 2020, 09:40 WIB
Diperbarui 18 Jan 2020, 10:28 WIB

Fokus, Jakarta - Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) untuk mencabut subsidi elpiji 3 kilogram menuai reaksi dari masyarakat.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Sabtu (18/1/2020), baik agen penjual, pengecer maupun konsumen mengaku keberatan dengan rencana itu. Sebab, bila nantinya subsidi dicabut maka harga pertabung yang sebelumnya Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu akan naik menjadi Rp 35 ribu.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi merespons rencana Kementerian ESDM mencabut subsidi bahan bakar untuk kalangan bawah itu.

Jokowi menyatakan, dirinya belum memutuskan mencabut subsidi sebelum menerima rencana skema penyaluran elpiji bersubsidi.

"Izin belum sampai di ratas (rapat terbatas), kalau sudah diratas dan disampaikan angka-angka, baru saya putuskan," ujar Presiden Jokowi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan, rencana perubahan skema penyaluran dilakukan karena subsidi elpiji 3 kilogram selama ini tidak tepat sasaran.

"Semua subsidi itu bertahap akan kita kurangi, tapi kita akan berikan langsung kepada orang yang membutuhkannya. Karena subsidi itu kelihatannya kurang efisien, tidak akan ada rencana pemerintah merugikan rakyatnya," jelas Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Sebelumnya, pemerintah akan menerapkan penyaluran subsidi elpiji 3 kilogram tertutup pada pertengahan tahun ini. Setiap satu keluarga miskin yang berhak menerima subsidi hanya diperbolehkan memberi tiga tabung setiap bulannya.