Kejaksaan Agung Masih Tutupi Peran Para Tersangka Kasus Jiwasraya

Oleh Liputan6.com pada 16 Jan 2020, 13:15 WIB
Diperbarui 16 Jan 2020, 13:15 WIB
Ilustrasi Jiwasraya

Liputan6.com, Jakarta - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Adi Togarisman enggan mengungkap peran para tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Adi mengatakan, peran tersangka sudah masuk dalam subtansi penyidikan, sehingga enggan diungkap ke publik. Dia menuturkan, Kejaksaan Agung saat ini tengah meluruskan apa-apa yang dilakukan para pelaku dalam kasus dugaan korupsi di Jiwasraya.

"Kami kan memeriksa saksi dalam rangka merumuskan peristiwanya apa, dan apa yang dilakukan oleh mereka sebagai tersangka. Ini kan kami sedang bekerja untuk meluruskan itu semua," ujar Adi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Untuk menetapkan tersangka, kata dia, perlu kajian dan analisis yang mendalam. Karena itu, dia enggan mengungkapkan siapa-siapa saja yang akan berpotensi menjadi tersangka berikutnya dalam kasus Jiwasraya.

"Kalau ditanya kemungkinan-kemungkinan selalu ada, tapi saya belum bisa dengan tergesa-gesa mengatakan si A si B sebagai tersangka. Karena tahapannya cukup panjang dan kami takut keliru menentukan tersangka," kata Adi.

2 dari 3 halaman

5 Tersangka

BPK dan Kejaksaan Agung Beberkan Hasil Pemeriksaan Jiwasraya
Jaksa Agung Burhanuddin (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers tentang hasil pemeriksaan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Rabu (8/1/2020). BPK menyatakan laba keuangan Jiwasraya sejak 2006 semu karena hasil rekayasa laporan keuangan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Jaksa Agung ST Burhanuddin melaporkan kepada Komisi III DPR telah memeriksa 130 orang saksi dan dua ahli. Burhanuddin mengatakan sudah mengeluarkan surat pencekalan terhadap 13 orang dalam kasus Jiwasraya.

Sementara, sudah ada lima tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Komisaris Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan pada PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.

"Penyidik telah menetapkan lima orang tersangka dan telah mengeluarkan surat perintah penahanan atas lima orang tersangka tersebut," kata Burhanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/1).

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓