DPR Minta Polda Metro Jaya Transparan Selidiki Dugaan Pemerasan Eks Anggota Polres Jaksel

Oleh Liputan6.com pada 14 Jan 2020, 19:29 WIB
Diperbarui 14 Jan 2020, 21:06 WIB
Ilustrasi Oknum Polisi

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III, Ahmad Sahroni meminta Polda Metro Jaya menyelidiki secara transparan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh mantan Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Andi Sinjaya Ghalib sebagaimana diembuskan oleh Indonesia Police Watch (IPW).

"Saya minta Kapolda Matro Jaya bergerak cepat memerintahkan Propam menyelidiki dan mengungkap kasus ini secara transparan," tandas Sahroni dalam keterangan tertulisnya Selasa (14/1/2020).

Menurut Sahroni, dugaan pemerasan yang dilakukan eks anggota Polres Metro Jaksel itu mencoreng wajah Polri. Namun sebagai institusi penegak hukum yang mengedepankan asas praduga tak bersalah, Sahroni meminta, Polda Metro Jaya secara terbuka melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang mengungkap kasus tersebut ke publik.

"Kita menganut asas presumtion of innocent dalam penegakan hukum. Agar semua terang benderang dan tidak ada fitnah maka Polda wajib memeriksa Neta Pane, Budianto, dan Andi Sinjaya," ucap Sahroni.

Hal ini menurut Sahroni perlu dipastikan mengingat kesimpangsiuran informasi sebagaimana diberitakan media massa terkait kasus tersebut. Di satu sisi, IPW mengembuskan isu dugaan pemerasan oleh Andi Sinjaya, di sisi lain pihak Polda Metro Jaya membantahnya.

"Institusi polri tidak boleh dikacaukan oleh informasi yang masih dipertanyakan validitasnya. Kalau memang pemerasan itu benar ya diungkap, sebaliknya jika tidak benar dan fitnah harus ditindaklanjuti lewat mekanisme hukum yang berlaku," terang Sahroni.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓