Terapkan Sistem Manajemen K3 dengan Baik, Pelindo III Borong 7 Penghargaan

Oleh Gilar Ramdhani pada 13 Jan 2020, 18:50 WIB
Diperbarui 13 Jan 2020, 18:50 WIB
Terapkan Sistem Manajemen K3 dengan Baik, Pelindo III Borong 7 Penghargaan

Liputan6.com, Surabaya PT Pelabuhan Indonesia III atau Pelindo III Group mendapatkan 7 penghargaan sekaligus atas kinerja yang baik dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Penghargaan diberikan bersamaan dengan acara Apel Pembukaan Bulan K3 Nasional Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur yang digelar di Lapangan Kawasan SIER, Surabaya (13/1).

Apel yang mengusung tema “Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 Pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi” ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta diikuti oleh berbagai instansi dan perusahaan di Jawa Timur. 

Dalam rangkaian apel tersebut diberikan penghargaan kepada 40 perusahaan yang telah menerapkan SMK3 dengan baik. Adapun penghargaan yang diraih Pelindo III Group antara lain penghargaan Zero Accident pada Unit Kantor Pusat Pelindo III, Pelabuhan Tanjung Perak Regional Jawa Timur, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI), PT Terminal Teluk Lamong (TTL), PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS), serta penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS untuk PT Pelindo Husada Citra (PHC).

Direktur SDM Pelindo III, Toto Heli Yanto menjelaskan bahwa penghargaan ini adalah bukti bahwa sebagai Badan Usaha Milik Negara, Pelindo III telah mampu menerapkan K3 dengan baik.

“Kami sangat bersyukur atas penghargaan yang kami terima hari ini, penerapan K3 di Pelindo III saat ini sudah berjalan dengan baik dan semoga penghargaan ini mampu melecut semangat kami untuk terus secara konsisten meningkatkan SMK3 di berbagai wilayah kerja kami,” pungkas Toto. 

Saat ini sebagai penyedia layanan operasional terminal bongkar muat di pelabuhan, Pelindo III terus berkomitmen untuk meningkatkan penerapan SMK3 di lingkungan kerjanya. Seluruh potensi bahaya yang ada berhasil dikendalikan sampai batas standar aman, sehingga akan tercipta kondisi kerja yang nyaman, aman dan sehat agar proses bisnis dapat berjalan lancar.

Peringatan Bulan K3 tahun ini merupakan peringatan ke-50 sejak diterbitkannya Undang Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Kegiatan diselenggarakan mengacu pada Kepmenaker RI Nomor 328 tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional Tahun 2020. 

Dalam sambutannya Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa pentingnya pemahaman serta penerapan K3 secara berkelanjutan untuk meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.

“Dalam agenda peningkatan kualiatas SDM perlu pemahaman K3 yang komperhensif terutama bagi SDM di perusahaan, mungkin bagi perusahaan-perusahaan yang masuk dalam kategori world class company seperti Pelindo III, Angkasa Pura, barangkali K3 sudah relatif lebih establish, tapi kita harus terus berbenah karena berbagai adaptasi dan adjustment terhadap perubahan dan inovasi teknologi tetap harus kita ikuti up dating-nya," ujar Khofifah. 

 

 

(*)