Pengamat Nilai Indonesia Gagal Berdiplomasi dengan China soal Polemik di Laut Natuna

Oleh Liputan6.com pada 12 Jan 2020, 17:18 WIB
Diperbarui 12 Jan 2020, 17:18 WIB
kapal natuna
Perbesar
Kapal asing dilihat dari KRI Usman Harun, sesaat sebelum ditangkap. (foto: Liputan6.com / ajang nurdin)

Liputan6.com, Jakarta Pengamat Hubungan Internasional Dina Wisnu menilai, Indonesia gagal berdiplomasi secara tegas menyikapi kapal asing yang masuk ke perairan Natuna, Kepulauan Riau. Hal itu dibuktikan dengan kembalinya kapal asing ke laut Natuna usai Presiden Jokowi mengunjungi wilayah tersebut.

"Diplomasi kita gagal, karena penggentaran yang diupayakan Pak Jokowi ini kan upaya menggentarkan ya, ternyata tidak berhasil," kata Dina dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).

Dosen dari Universitas Paramadina itu mendesak, Indonesia seharusnya sudah melakukan tindakan tegas terhadap seluruh kapal asing yang masuk ke wilayah kedaulatan Indonesia, termasuk China. Sebab, dari banyaknya kapal asing, kapal China seringkali memasuki wilayah yang diklaim sebagai zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia itu.

Dia menambahkan, sikap bergeming China memasuki perairan Natuna karena negara tirai bambu itu sudah mengukur sikap Indonesia yang ingin menyelesaikan masalah ini secara baik-baik.

"Indonesia pakemnya, pada dasarnya tidak ingin ada perang dengan China," kata Dina.

Lebih lanjut, Dina mendesak pemerintah Indonesia agar satu suara menyikapi sengkarut di laut Natuna. Ia melihat, antarmenteri kabinet Jokowi tidak satu pandangan menyelesaikan masalah kedaulatan di perbatasan yang kerap terjadi.

"Indonesia tidak satu suara hadapi China. Ada menteri-menteri yang melihat masalah ini masalah ikan saja, masalah kecil, masalah yang bisa dianggap solusinya pun enggak terlalu besar, padahal bukan. Karena ini sudah terjadi setiap tahun," katanya.

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:


Kapal China Keluar Usai Kunjungan Jokowi

Jokowi Lakukan Kunjungan Kerja ke Natuna
Perbesar
Presiden Joko Widodo (tengah) mendnegarkan penjelasan saat melakukan kunjungan kerja di Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT), Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (8/1/2020). Kunjungan Jokowi tersebut pascakapal coast guard milik China berlayar di perainan laut Natuna (HO/PRESIDENTIAL PALACE/AFP)

Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi mengklaim, permasalahan atau konflik yang telah terjadi di perairan Natuna sudah terselesaikan. Masalah tersebut dapat terselesaikan, setelah Presiden Joko Widodo turun tangan langsung ke Natuna.

"Untuk Natuna kita laksanakan instruksi presiden kita kemudian operasi TNI, karena itu sifatnya operasi rutin tetap kita lakukan. Untuk intensitasnya kami melihat situasi taktis di lapangan. Dengan amatan dari TNI AU melalui udara, mereka artinya kapal-kapal China yang melakukan ilegal fishing mereka sudah keluar dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) kita paskakunjungan presiden ke Natuna," kata Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/1/2020).

Menurutnya, kunjungan Jokowi ke Natuna itu juga membawa sebuah pesan. Sehingga, permasalahan yang terjadi di Natuna beberapa waktu lalu sudah dapat terselesaikan.

"Saya kira kunjungan presiden ke Natuna merupakan pesan dari pemerintah kita ke Beijing, saya kira itu dibaca dengan cermat oleh Beijing bahwa kapal-kapal nelayan yang di backup oleh kapal cost guard mereka yang dalam hal ini kapal pemerintah, sudah meninggalkan wilayah ZEE," ungkapnya.

 

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya