Jokowi Klaim Produk Indonesia Bisa Bersaing dengan China

Oleh Liputan6.com pada 09 Jan 2020, 12:07 WIB
Diperbarui 09 Jan 2020, 12:07 WIB
Jokowi Buka Raker Kepala Perwakilan RI di Istana Negara
Perbesar
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno (tengah) bersiap membuka Rapat Kerja (Raker) Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Istana Negara‎, Kamis (9/1/2020). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengklaim saat ini Indonesia bisa bersaing dengan produk China. Hal tersebut terlihat dengan munculnya barang-barang produk Indonesia yang lebih kompetitif dibandingkan dengan Negara Tirai Bambu itu.

"Barang-barang kita ini sekarang dibandingkan barang-barang dari Tiongkok banyak yang sudah lebih kompetitif, banyak sekali yang sudah lebih kompetitif," kata Jokowi saat membuka rapat kerja (Raker) Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Kamis (9/1/2020).

Jokowi optimistis Indonesia bisa berkompetisi dengan China di bidang ekonomi. Salah satunya dengan cara fokus untuk beberapa barang produksi yang bisa mengungguli negara tersebut.

"Berani kita berkompetisi dengan mereka, sudah banyak sekali. Jangan sampai kita tidak tahu gol tujuan dari negara ini ke mana," kata Jokowi.

 

2 dari 3 halaman

Kalah di Bidang UMKM

Menteri Bambang dan Teten Beri Paparan di IDC 2019
Perbesar
Menkop UKM Teten Masduki memberi paparan dalam Indonesia Digital Conference (IDC) 2019 di Jakarta, Kamis (28/11/2019). IDC digagas para pengurus AMSI sebagai wadah bertukar pengalaman, gagasan, dan strategi membangun ekosistem digital untuk masa depan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan, saat ini Indonesia kalah dari China, Korea Selatan, Jepang, dan Thailand di bidang pengembangan UMKM ekspor.

Dia menjelaskan, UMKM Indonesia masih memilih ekspor hanya sekitar 14,5 persen dari total usaha yang tersebar di Tanah Air. Sedangkan 70 persen dari total UMKM China berorientasi ekspor.

"Kalau dibandingkan negara lain kita tertinggal, China 70 persen. Korea Selatan 60 persen, Jepang 55 persen, dan Thailand 35 persen," kata Teten di Acara Gerakan Warung di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12).

 

Reporter: Intan Umbari

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓