Pidato Megawati Jadi Bahan Penelitian Mahasiswa Universitas Soka Jepang

Oleh Liputan6.com pada 09 Jan 2020, 06:54 WIB
Diperbarui 09 Jan 2020, 07:16 WIB
Megawarti Soekarnoputri Menerima Penghargaan Honoris Causa dari Universitas Soka Jepang

Liputan6.com, Jakarta Pidato Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan dijadikan bahan penelitian oleh mahasiswa-mahasiswi di Universitas Soka, Tokyo, Jepang.

Rektor Universitas Soka Yoshihisa Baba mengatakan sepak terjang Megawati di bidang kemanusiaan sangatlah panjang. Ketua Umum PDIP ini dinilai sudah memiliki banyak pengalaman. 

Nilai-nilai perjuangan yang dimiliki Presiden ke-5 Indonesia itu, menurut Yoshihisa, harus diberikan penghormatan sebesar-besarnya, yakni dengan memberikan gelar Doktor Honoris Causa (Dr HC).

"Kami sudah dengar bahwa Ibu Megawati sudah aktif untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan selama bertahun-tahun," ujar Yoshihisa kepada media usai acara penganugerahan di Universitas Soka, Tokyo, Jepang, Rabu (8/1/2020).

Usai pemberian gelar Doktor Honoris Causa, Megawati menyampaikan orasi ilmiah di hadapan para profesor dan mahasiswa Universitas Soka.

"Kami Universitas Soka ingin belajar dari pidato Ibu Megawati, dan pidato Ibu Megawati pasti bisa dijadikan penelitian Universitas Soka," kata Yoshihisa.

 

2 dari 3 halaman

Bentuk BMKG

Megawarti Soekarnoputri Menerima Penghargaan Honoris Causa dari Universitas Soka Jepang
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa (DR HC) dari Universitas Soka, Tokyo. (Foto: Liputan6/ Mohammad Reza Ramadhansyah)

Sementara, Megawati menyampaikan terima kasih kepada Universitas Soka, yang telah memberikan penghargaan Dr HC. Dia sendiri tidak menyangka akan mendapatkan Dr HC dari Universitas Soka. Putri Soekarno itu sempat menanyakan alasan dirinya dianugerahkan gelar Dr HC.

"Kalau dari Universitas Soka adalah masalah kemanusiaan. Dan menurut Beliau, saya banyak membantu hal-hal tersebut. Karena mungkin juga mendengar apa yang saya lakukan di Indonesia," ucap Megawati.

Satu di antaranya, menurut Megawati, dirinya membentuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG.

"Seperti antara lain membentuk badan yang sangat berguna, yang puluhan tahun tidak ada yaitu BMKG. Yang baru ketika saya jadi presiden terbentuk. Hal itu karena banyak sekali membantu masalah-masalah kemanusiaan," ujar Megawati.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓