Terima Gelar Doktor Honoris Causa, Megawati Anggun dalam Kebaya Marun Terusan Batik

Oleh Liputan6.com pada 08 Jan 2020, 10:52 WIB
Diperbarui 08 Jan 2020, 13:17 WIB
Megawarti Soekarnoputri Menerima Penghargaan Honoris Causa dari Universitas Soka Jepang

Liputan6.com, Jakarta Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa (DR HC) dari Universitas Soka, Tokyo, Jepang, Rabu (8/1/2020).

Pemberian gelar terhadap Megawati berlangsung khidmat di Gedung Utama Universitas Soka. Megawati duduk di jajaran depan bersama Rektor Universitas Soka Yoshihisa Baba.

Megawati mengenakan toga hitam dengan kebaya marun terusan batik.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa (DR HC) dari Universitas Soka, Tokyo. (Foto: Liputan6/ Mohammad Reza Ramadhansyah)

Pemberian gelar DR HC dimulai dengan pembacaan Soka Friendship Award atau Penghargaan Persahabatan Soka. Lalu dua mahasiswi maju ke depan menyerahkan Soka Friendship Award. Tepuk tangan pun menggema memenuhi ruangan. 

Acara pemberian gelar dimulai dengan pidato dari Yoshihisa yang mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya terhadap Presiden Kelima Indonesia Megawati.

"Kami merasa terhormat dan gembira karena dapat menganugerahkan Doktor Honris Causa kepada Yang Mulia Ibu Megawati. Gelar ini direkomendasikan langsung oleh Presiden Soka Daisaku Ikeda," ujar Rektor Universitas Soka, Yoshihisa.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa (DR HC) dari Universitas Soka, Tokyo. (Foto: Liputan6/ Mohammad Reza Ramadhansyah)

Rektor pun menjelaskan riwayat hidup dan kiprah Megawati selama ini.

"Di Indonesia banyak politisi laki-laki dibanding perempuan. Jabatan presiden didominasi laki-laki tetapi beliau berani dan menjadi wanita pertama yang menjadi presiden," ucap Yoshihisa.

Ditambahkannya Megawati juga memaksimalkan peran dalam menciptakan kestabilan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara lain.

Pada acara ini, selain didampingi keluarga, Megawati juga didampingi sederet menteri Kabinet Gotong Royong era pemerintahan Presiden Megawati pada periode 2001-2004.

Di antaranya mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri, mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan serta mantan Wakil Rektor Universitas Indonesia Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bambang Wibawarta.

Kelima sosok ini bergelar profesor dan terlihat menggunakan toga. Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah juga tampak hadir bersama Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery.

Megawati menyerahkan cenderamata berupa kapal phinisi dan logo banteng bulat PDIP kepada Rektor Universitas Soka.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa (DR HC) dari Universitas Soka, Tokyo. (Foto: Liputan6/ Mohammad Reza Ramadhansyah)

Mereka pun foto bersama petinggi Universitas Soka dilanjutkan dengan lima profesor dari Indonesia yang ikut dalam rombongan Megawati. Kesempatan berikutnya foto bersama putera Megawati, Prananda Prabowo didampingi istrinya, Nancy Prananda, serta putranya yang bernama Muhammad Prabhaswara.

 

2 dari 3 halaman

8 Penghargaan Doktor Honoris Causa

Megawarti Soekarnoputri Menerima Penghargaan Honoris Causa dari Universitas Soka Jepang
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa (DR HC) dari Universitas Soka, Tokyo. (Foto: Liputan6/ Mohammad Reza Ramadhansyah)

Gelar Doktor Honoris Causa yang diberikan kepada Megawati menjadi penghargaan yang kesembilan kalinya. Sebelumnya, Mega telah memperoleh gelar DR HC dari delapan universitas, baik dari Indonesia ataupun mancanegara.

Ke delapan universitas itu adalah adalah DR HC dari Waseda University, Tokyo, Jepang (2001), Moscow State Institute of International Relations, Rusia (2003), Korea Maritime and Ocean University, Korea Selatan (2015).

Kemudian Universitas Padjadjaran Bandung (2016), Universitas Negeri Padang (2017), Mokpo National University, Korea Selatan (2017), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2018), serta Fujian Normal University, China (2018).

(Mohammad Reza Ramadhansyah)

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓