KPK OTT Bupati Sidoarjo, Komisi III: Apa yang Dikhawatirkan Tidak Terbukti

Oleh Delvira Hutabarat pada 08 Jan 2020, 13:41 WIB
Diperbarui 08 Jan 2020, 15:16 WIB
Firli Bahuri

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Selasa 7 Januari 2020. OTT kali tersebut menjadi yang pertama kali di masa kepemimpinan Ketua KPK yang baru Firli Bahuri.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPR RI Herman Heri menyatakan OTT tersebut membuktikan tidak ada pelemahan KPK oleh pimpinan baru.

"Apa yang dikhawatirkan pihak tertentu bahwa KPK dilumpuhkan di bawah pimpinan baru ternyata tidak benar atau terbukti," kata Herman saat dikonfirmasi, Rabu (9/1/2020).

KPK menurut Herman tetap berani memberantas para koruptor di bawah pimpinan Firli Bahuri. "KPK menunjukkan tajnya di bawah pimpinan baru dalam hal penindakan," ucapnya.

Meski mengapresiasi OTT KPK tersebut, Herman Heri tetap berharap KPK fokus pencegahan daripada penindakan.

"OTT hanya salah satu cara dan bukan satu-satunya cara, kami lebih mendorong KPK dengan langkah penindakan lainnya selain OTT, antara lain pencegahan, lidik sidik dan kerja sama antarpenegak hukum," tandasnya.

 

2 of 2

OTT Bupati Sidoarjo

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan ada OTT terhadap Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

"Benar. KPK telah mengamankan seorang kepala daerah dan beberapa pihak lainnya di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur," tuturnya, Selasa (7/1/2020).

Ali belum merinci terkait OTT tersebut. Detail rencananya akan disampaikan pada konferensi pers Rabu 8 Januari 2020.

"Terkait pengadaan barang dan jasa," kata Ali.

Lanjutkan Membaca ↓