Megawati Terima Gelar Doktor Honoris Causa ke-9 di Tokyo

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 08 Jan 2020, 09:07 WIB
Diperbarui 10 Jan 2020, 08:13 WIB
Megawati Soekarnoputri bakal memperoleh gelar doktor honoris causa (DR HC) dari Universitas Soka di Tokyo, Jepang, Rabu lusa.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri hari ini akan menerima gelar Doktor Honoris Causa (DR HC) dari Soka University, Tokyo.

Dia turut didampingi oleh putranya, Muhammad Prananda Prabowo, bersama istrinya, Nancy Prananda, serta putranya yang bernama Muhammad Prabhaswara.

Sejumlah menteri Kabinet Gotong Royong era pemerintahan Presiden Megawati pada periode 2001-2004 juga menghadiri pemberian gelar tersebut. Di antaranya mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri, serta mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

Kemudian Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan serta mantan Wakil Rektor Universitas Indonesia Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bambang Wibawarta.

Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDIP yang juga Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah juga tampak hadir, bersama politikus PDIP yang adalah Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery.

"Penganugerahan gelar ini menjadi doktor honoris causa ke sembilan bagi Ibu Megawati," kata Basarah dalam keterangannya, Rabu (8/1/2020).

Dia menuturkan, partainya sangat bangga akan gelar tersebut. Ini adalah kado terindah untuk HUT PDIP ke-47 nanti.

"PDIP sangat berbangga dengan penghargaan ini. Apalagi diberikan menjelang peringatan HUT ke-47 PDIP. Gelar Doktor Honoris Clausa yang ke sembilan kali ini kepada Bu Mega adalah salah satu hadiah Ulang Tahun ke-47 PDIP yang terindah," ungkap Basarah.

2 dari 3 halaman

Gelar ke-9

Sebelumnya, Megawati telah memperoleh gelar DR HC dari delapan universitas, baik dari Indonesia ataupun mancanegara.

Kedelapan universitas itu adalah adalah DR HC dari Waseda University, Tokyo, Jepang (2001), Moscow State Institute of International Relations, Rusia (2003), Korea Maritime and Ocean University, Korea Selatan (2015).

Kemudian Universitas Padjadjaran Bandung (2016), Universitas Negeri Padang (2017), Mokpo National University, Korea Selatan (2017), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2018), serta Fujian Normal University, China (2018).

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓