PDIP: 9 Penghargaan Honoris Causa Bukti Pengakuan Dunia Terhadap Prestasi Megawati

Oleh Liputan6.com pada 07 Jan 2020, 18:52 WIB
Diperbarui 07 Jan 2020, 19:16 WIB
Megawati Soekarnoputri bakal memperoleh gelar doktor honoris causa (DR HC) dari Universitas Soka di Tokyo, Jepang, Rabu lusa.

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memperoleh gelar doktor honoris causa (DR HC) dari Universitas Soka di Tokyo, Jepang, Rabu 8 Januari 2020. 

Penganugerahan doktor honoris kali ini adalah untuk yang ke sembilan kalinya bagi Megawati.

"Penerimaan gelar DR HC yang ke sembilan dari berbagai universitas dalam dan luar negeri telah membuktikan pengakuan dunia perguruan tinggi terhadap kapasitas intelektual dan pengabdian Bu Mega terhadap pengembangan ilmu pengetahuan melalui karya pengabdiannya kepada bangsa Indonesia dan juga bagi kemanusiaan" ujar Ahmad Basarah, Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDIP di Tokyo, Selasa (7/1/2020).

Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR itu mengatakan biasanya gelar doktor kehormatan ini diterima oleh seorang tokoh hanya pada saat sedang menjabat posisi penting tertentu.

"Tetapi Megawati Soekarnoputri justru lebih banyak menerima gelar DR HC tersebut setelah selesai menjabat sebagai Presiden RI- ke 5. Dari sembilan gelar DR HC, Bu Mega hanya dua gelar yang beliau terima saat menjabat Presiden RI, yakni dari Waseda University (2001) dan Moscow State Institut of International Relations, Rusia (2003). Selebihnya beliau terima setelah tidak lagi menjabat Presiden," jelas Basarah.

2 dari 3 halaman

Masih Banyak Permohonan

Megawarti Soekarnoputri Akan Menerima Penghargaan Honoris Causa dari Universitas Soka
Penyambutan dan penganugerahan gelar Honoris Causa untuk Megawati akan digelar Rabu pagi, 8 Januari 2020 (Foto: Istimewa)

Menurut Basarah, masih banyak permohonan dari berbagai universitas yang meminta Ibu Megawati menerima gelar doktor kehormatan. 

"Bahkan, masih banyak permohonan dari berbagai universitas lainnya, baik dari Indonesia maupun yang sudah meminta agar Bu Mega bersedia menerima gelar doktor kehormatan dari perguruan tinggi mereka. Namun, karena faktor kesibukan mengurus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan juga partai, tawaran mereka masih belum dapat dipenuhi," pungkas Basarah yang hari ini melakukan peninjauan ke lokasi penganugerahan di kampus Universitas Soka.

 

Reporter: Mohammad Reza Ramadhansyah 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓