Kronologi Gagal Terbang Helikopter yang Ditumpangi Kepala BNPB

Oleh Fachrur Rozie pada 06 Jan 2020, 23:17 WIB
Diperbarui 07 Jan 2020, 00:16 WIB
Doni Monardo

Liputan6.com, Jakarta - Helikopter jenis Mi-35P Noreg HS-7154 yang ditumpangi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Munardo gagal terbang pada Senin (6/1/2020) sekitar pukul 11.52 Wita.

Helikopter yang ditumpangi Doni tak bisa mengudara dari Lapangan Gesit, Sawangbendar, Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Helikopter yang dipiloti oleh Kapten Cpn Faris Affandi dan Copilot Lettu Cpn Erika ini akan bertolak ke Siau, Kabupaten Sitaro.

Danrem 133/NWB Kolonel Arnold Ritiauw mengatakan, sekitar pukul 11.50 Wita, helikopter akan lepas landas, namun tak bisa naik lantaran tak memiliki power.

"Helikopter tidak ada power untuk naik dan hanya terbang rendah, tiba-tiba menukit mundur sehingga bagian ujung dari sayap kiri helikopter mengait bagian depan mobil dinas Palaksa Lanal Tahuna Letkol Laut (P) Christian," ujar dia dalam siaran pers, Senin (6/1/2020).

Mobil jenis Suzuki Ertiga pun sempat terangkat setinggi 5 meter selama kurang lebih 3 menit. Tak lama berselang, mobil dinas tersebut jatuh ke tanah berikut tangki cadangan aftur di sayap kiri helikopter dan menimpa bagian belakang mobil Toyota Rush milik dinas Pemda Sangihe.

"Dugaan sementara dari pilot bahwa helikopter tidak bisa naik karena tidak ada power untuk mengangkat yang diakibatkan oleh adanya perubahan cuaca tiba-tiba berhembus angin kencang," kata dia.

2 dari 3 halaman

Cuaca Tak Menentu

BNPB
Di Masjid Seribu Tiang, Kota Jambi, Provinsi Jambi pada Senin (23/9/2019), Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan, pencegahan penanggulangan bencana harus dimulai di sekolah. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Menurutnya, cuaca di Kabupaten Kepulauan Sangihe sangat tidak menentu. Sehingga dimungkinkan menjadi salah satu penyebab helikopter yang ditumpangi Doni mengalami insiden.

"Helikopter jenis Mi-35P Noreg HS-7154 masih berada di Lapangan Gesit Tahuna untuk diperbaiki," kata dia.

Seperti dilansir dari Antara, Doni Monardo bersyukur tidak sampai terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban dalam peristiwa ini. Dia pun memutuskan untuk menunda pererbangan.

"Kami bersyukur tidak ada korban jiwa,” ujar Doni saat turun dari helikopter.

Monardo kunjungan ke lokasi bencana di Desa Lebo, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe yang diterjang banjir bandang dan longsor pada hari Jumat 3 Januari 2020 mengakibatkan puluhan rumah rusak berat dan tiga orang meninggal dunia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait