Menko Luhut: Tak Ada Kompromi soal Natuna

Oleh Delvira Hutabarat pada 06 Jan 2020, 19:16 WIB
Diperbarui 06 Jan 2020, 19:16 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, Indonesia tidak akan kompromi terkait kedaulatan negara. Pernyataan itu dilontarkan Luhut menanggapi konflik perairan Natuna dengan Pemerintah China.

"Saya mau garis bawahi ya supaya clear, kalau menyangkut kedaulatan kita tidak akan pernah ada kompromi. Itu aja. Kalau ada masalah di sana-sini kita selesaikan," ujar Luhut di Kemenko Polhukam, Senin (6/1/2019).

Luhut menyebut pemerintah sudah meminta agar kapal ikan China menyingkir dari Perairan Natuna. Ia kembali mengingatkan bahwa tidak ada negosiasi batas wilayah perairan Indonesia.

"Kan sudah kita minta pergi. Yang penting kawan media, tidak ada pemerintah itu mau negosiasi soal batas wilayah," ucapnya.

Luhut mengatakan saat ini belum mengetahui pasti apakah kapal China itu masih berada di Zona Ekonomi Eksklusif RI atau tidak. Ia segera mengeceknya.

"Kita cek lah nanti. saya juga belum tahu. Ya ndak tahu, kan mesti dilihat fotonya lah," katanya.

Selain itu, terkait omnibus law pertahanan laut, Luhut menyatakan ingin menyegerakan peraturan tersebut agar coast guard benar-benar dapat bekerja maksimal.

“Omnibus itu saya bicara sama pak mahfud kita supaya segerakan omnibus itu selesai, supaya nanti coast guard itu Bakamla itu betul menjadi coast guard yang benar. Supaya perannya itu kuat. Kita juga (kalau) taruh kapal perang ke ZEE aneh juga itu,” tandasnya.