Ini Penyebab Longsor di Sukajaya Bogor Menurut Menteri PUPR

Oleh Achmad Sudarno pada 05 Jan 2020, 18:56 WIB
Diperbarui 05 Jan 2020, 18:56 WIB
Menteri PUPR
Perbesar
Menteri PUPR meninjau longsor di Bogor. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Bogor - Menteri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan beberapa penyebab terjadinya longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (1/1/2020).

Penyebab pertama adalah hujan yang terjadi dalam kurun waktu cukup lama, setelah sebelumnya daerah tersebut sempat mengalami kemarau panjang sehingga terjadi rekahan tanah. Air yang masuk ke dalam rekahan tanah itu mengakibatkan terjadinya longsor.

Faktor kedua yaitu perbukitan di sepanjang jalan maupun aliran sungai di daerah tersebut berupa batuan lempung dengan kemiringan 90 derajat. Kondisi diperparah, di atas perbukitan sudah banyak dijadikan pemukiman.

"Batuan lempung yang sejajar, searah dengan lereng sehingga kalau kena air seperti serpihan kaca. Lerengnya juga banyak dipakai rumah, jadi cepet longsor," kata Basuki saat meninjau lokasi longsor di Desa Jaya Raharja, Kecamatan Sukajaya, Bogor, Minggu (5/1/2020).

Penyebab ketiga adalah batuan vulkanik di Kecamatan Sukajaya sudah sangat rapuh sehingga mudah hancur ketika mendapat tekanan air yang begitu banyak.

"Pasti ini sudah ada ahli geologinya yang sudah memetakan di sini. Biasanya kalau batu vulkanik itu mengikat, tapi kalau sudah lapuk jadi gembur," terang Basuki.

Untuk menghindari jatuhnya korban, Basuki mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan melintas atau mendekati longsoran karena sewaktu-waktu bisa terjadi longsor susulan.

"Saya pikir ini berani sekali banyak yang masih melintas. Ini bahaya, apalagi kalau hujan," ujar Basuki.

 


Distribusi Bantuan Terhambat

Bencana tanah longsor menerjang 11 desa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Kondisi terparah terjadi di Desa Harkat Jaya, Desa Urug, Kiara Pandak, Pasir Madang, Cileuksa, Kiarasari, Jayaraharja, dan Cisarua.

Sampai saat ini akses yang masih tertutup longsor dan belum bisa dijangkau kendaraan yaitu Desa Urug, Kiara Pandak, Pasir Madang, Cileuksa, Kiarasari, dan Cisarua.

Kondisi ini menyebabkan distribusi bantuan bagi para korban tanah longsor menjadi terhambat.

"Kita sekarang mengatasinya. Jadi saya datang untuk mengatasi itu. Perintah presiden harus segera tembus. Itu dulu, tembus," kata Basuki.

Dari hasil pemetaan, terdapat 14 titik ruas jalan di Kecamatan Sukajaya yang tertutup material longsoran. Kondisi tersebut menyebabkan akses menuju beberapa desa sampai saat ini masih tertutup longsor.

Untuk percepatan penanganan longsor, Kemen PUPR sudah mengerahkan sebanyak enam unit alat berat berupa ekskavator, loader, dam dozer untuk menyingkirkan material tanah, batu dan pohon yang menutupi badan jalan.

"Jumlah itu sangat kurang. Kita tambah lagi 5 alat berat. Mudah-mudahan kurang dari seminggu semua jalur sudah bisa ditembus," ujar Basuki.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya