Banjir Surut, Pedagang di Pasar Jatinegara Kembali Berjualan

Oleh Liputan6.com pada 05 Jan 2020, 16:55 WIB
Diperbarui 05 Jan 2020, 16:55 WIB
Luapan Kali Ciliwung Masih Menggenangi Jalan Jatinegara Barat

Liputan6.com, Jakarta - Empat hari usai dilanda banjir, para pedagang di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, kembali berjualan. Lantai dasar yang merupakan pusat suvenir, los sayuran serta daging yang terkena dampak banjir paling parah, kembali normal dan tidak terlihat lagi genangan air.

Pedagang daging sapi Dahlan (52) mengaku baru kembali berjualan pada hari Minggu meski sejak Sabtu 4 Januari lantai dasar sudah bersih dari banjir dan dapat digunakan.

"Saya habis sakit, habis beres-beres rumah saya di Kampung Pulo yang kena banjir. Jadi baru bisa jualan hari ini," ujar dia, Minggu (5/1/2020) seperti dilansir Antara.

Banjir yang menggenangi Pasar Jatinegara menimbulkan kerugian bagi pedagang. Namun dia mengaku tidak rugi terlalu besar.

Sementara itu, pedagang sayuran, Asep (60) mengatakan, sejak Kamis 2 Januari sudah kembali berjualan meski lantai dasar masih tergenang akibat banjir.

"Saya prei sehari aja. Kamis Jumat kemarin udah jualan tapi di atas. Sabtu baru pindah ke sini lagi," kata Asep.

Los sayuran dan daging di lantai dasar sudah dipenuhi lagi oleh para pedagang, baik yang menjajakan sayur, bumbu-bumbu dapur, ikan hingga daging.

Begitu pula dengan pedagang pernak-pernik, suvenir, dan juga pedagang tas di lantai dasar yang sempat terendam banjirsetinggi lutut orang dewasa, telah kembali beraktivitas.

Kendati demikian, suasana los sayuran dan daging serta toko-toko di lantai dasar tersebut belum terlalu ramai pembeli.

2 dari 3 halaman

Masih Sepi

Korban Banjir Kampung Melayu
Rumah Nursiah yang terletak di RT 12 RW 06, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara Jakarta Timur satu dari sekian banyak rumah yang terendam banjir akibat luapan kali Ciliwung pada Rabu, 1 Januari 2020. (Foto: Liputan6/Ady Anugrahadi)

Pedagang tas grosiran, Andi (41) mengaku tokonya relatif masih sepi pembeli hingga hari ini, terutama pembeli dari luar daerah. Padahal sepekan menjelang masuk anak sekolah merupakan kesempatan baginya untuk meraup keuntungan lebih.

"Saya baru bisa dagang kemarin. Jadi ada tiga hari gak dagang," katanya.

Senada dengan Andi, pedagang baju seragam sekolah, Hasan (55) mengatakan, sejak tengah pekan lalu hingga Minggu, belum terlalu banyak pembeli.

Jika tidak ada banjir, biasanya masyarakat banyak berdatangan ke tokonya karena sebentar lagi anak-anak masuk sekolah. Apalagi yang bertransaksi menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP).

"Mungkin lagi pada beres-beres di rumahnya. Minggu depan mungkin lebih ramai," ujar Hasan.

Banjir menggenangi Pasar Jatinegara sejak Rabu 1 Januari 2020 pagi hingga Kamis 2 Januari 2020  malam akibat luapan anak Kali Ciliwung.

Pengelola Pasar Jatinegara baru bisa menerjunkan pompa air pada Kamis malam dan pada Jumat pagi air yang memenuhi lantai dasar bisa sepenuhnya dibersihkan dan hanya menyisakan air yang masuk ke toko.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓