Helikopter Jokowi Batal Mendarat di Sukajaya Bogor Karena Cuaca Buruk

Oleh Lizsa Egeham pada 05 Jan 2020, 13:30 WIB
Diperbarui 05 Jan 2020, 13:30 WIB
Kunjungan Jokowi di Pameran Alutsista TNI
Perbesar
Presiden Jokowi meraba bodi sebuah helikopter di Pameran Alutsista TNI AD, Jakarta, Rabu (17/12/2014). (LIputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi batal melakukan kunjungan kerja ke Sukajaya, Kabupaten Bogor, Minggu (5/1/2019). Sebab, helikopter yang membawa Jokowi tak bisa mendarat lantaran cuaca yang buruk sehingga cukup berisiko apabila dipaksakan.

"Karena cuaca yang berubah. Kebetulan heli sudah turun, saat Presiden mau turun lalu tiba-tiba hujan gede sekali dan berkabut, dan itu pun berhenti dan hujan lagi terus menerus seperti itu," ujar Juru Bicara Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia kepada wartawan, Minggu (5/1/2020).

Akhirnya, kunjungan mantan Gubernur DKI Jakarta itu salah satunya diwakili oleh Angkie Yudisthia. Dia mewakili Jokowi membagikan sejumlah bantuan logistik bagi warga korban banjir di Sukajaya. Sementara itu, Jokowi kembali ke Istana Bogor.

"Demi keselamatan Presiden. Jadi Bapak langsung kembali ke Bogor, dan 2 heli yang isinya bantuan untuk warga langsung dibagikan," kata Angkie.

Kecamatan Sukajaya merupakan salah satu wilayah yang terkena banjir bandang dan longsor pada Rabu 1 Januari 2020. Bencana alam itu telah meluluhlantakkan daerah yang berada di kawasan perbukitan itu.

2 dari 3 halaman

6 Warga Meninggal

Bangunan Rusak Dihantam Longsor di Sukajaya, Bogor
Perbesar
Bangunan rusak akibat longsor menerjang Kecamatan Sukajaya, Bogor. (Achmad Sudarno/Liputan6.com)

Data sementara yang dihimpun pihak Kepolisian Sektor Cigudeg, banjir bandang dan longsor mengakibatkan 766 unit rumah rusak, enam orang meninggal dunia, tiga orang hilang, dan 34 orang terluka.

Sementara itu, hingga kini tim dari kepolisian, Basarnas dan sejumlah relawan masih melakukan pencarian korban yang diduga hilang tertimbun longsor di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya.

Sulitnya medan, ditambah kondisi cuaca sering turun hujan dan tanah yang masih labil membuat tim kesulitan melakukan upaya pencarian ketiga korban.

"Pencarian terus dilakukan oleh tim. Hanya saja tanahnya masih labil dan berlumpur jadi menyulitkan petugas melakukan pencarian," terang Kapolsek Cigudeg Kompol Bektiyana, Sabtu 4 Januari 2020.

Di sisi lain, petugas lainnya juga masih terus berupaya membuka akses jalan menuju desa-desa yang masih terisolir. Desa-desa yang sampai saat ini masih belum bisa diakses diantaranya Desa Kiara Pandak, Cileuksa dan Desa Urug.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓