BNPB Sumbang Rp 350 Juta untuk Penanganan Darurat Banjir Bandang di Lebak

Oleh Liputan6.com pada 04 Jan 2020, 19:02 WIB
Diperbarui 04 Jan 2020, 19:02 WIB
BNPB Sumbang Rp 350 Juta untuk Penanganan Darurat Banjir Bandang di Lebak
Perbesar
BNPB Sumbang Rp 350 Juta untuk Penanganan Darurat Banjir Bandang di Lebak (Dok: BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo bersama Menko PMK Muhajir Effendi meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Lebak Gedong, Lebak, Banten. Tak hanya di Banten, mereka juga meninjau di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Selain itu, BNPB juga memberikan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp 350 juta untuk penanganan darurat.

"Penyerahan DSP disaksikan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Danrem setempat. Pemda setempat juga mendapat bantuan dana dari kemenko PMK sejumlah Rp 500 juta dan Kemensos Rp 611 juta," kata Doni dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (4/1/2020).

Usai memberikan bantuan, ia langsung melihat lokasi terdampak serta meninjau pos kesehatan dan ada penyintas yang masih bertahan. Posko kesehatan itu terletak di Desa Banjar Irigasi, Lebak Gedong, Banten.

2 dari 3 halaman

Banjir Bandang

Selain itu, ia juga mengapresiasi para petugas baik dari unsur TNI, Polri, Basarnas dan Pemerintah Kabupaten Lebak yang telah melakukan upaya penanganan darurat.

"Sejak hari pertama mereka telah turun ke lapangan, memberikan bantuan pertama, pertolongan pertama kepada masyarakat terdampak," ujarnya.

Banjir bandang dan longsor yang tepatnya melanda Kampung Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong ini mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Bencana tersebut terjadi pada Jumat 3 Januari 2020, pukul 16.30 WIB.

Selain karena intensitas hujan tinggi, salah satu penyebab longsor adanya galian tambang milik Aneka Tambang yang tidak dikembalikan fungsinya.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓