Jurus Atasi Banjir, Pemprov DKI Sebut Naturalisasi 5 Waduk Selesai 2020

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 04 Jan 2020, 17:17 WIB
Diperbarui 04 Jan 2020, 17:17 WIB
Alat Berat Keruk Lumpur Waduk Pluit
Perbesar
Alat berat mengeruk lumpur di Waduk Pluit, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Waduk Pluit dikeruk untuk mengeluarkan lumpur yang mengendap pada bagian dasar. (Liputan6.com/ Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku tengah menaturalisasi lima waduk untuk mengatasi banjir. Namun, Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Pemprov DKI, Dudi Gardesi Asikin mengatakan, naturalisasi itu belum selesai.

"Kalau naturalisasi yang kami tangani ada 5 lokasi. Di Krapu, di Kampung Rambutan, di Cimanggis, waduk ya. Waduk Cimanggis, Waduk Sunter Selatan sisi timur sama Banjir Kanal Barat, itu on going sekarang juga. Jalan, tapi belum selesai," kata Dudi dalam diskusi di bilangan Bidara Cina, Jakarta, Sabtu (4/1/2020).

Dia menuturkan, naturalisasi ini baru selesai pada 2020. Dia mengaku, pemprov ingin naturalisasi untuk mengatasi banjir ini selesai pada tahun lalu. Sayangnya, lanjut dia, akhir tahun anggaran juga selesai.

"Rencana 2020 ini. Kita ingin cepat, tapi akhir tahun anggaran selesai," jelas Dudi.

 

2 dari 3 halaman

Bakal Efektif?

Alat Berat Keruk Lumpur Waduk Pluit
Perbesar
Alat berat mengeruk lumpur di Waduk Pluit, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Pengerukan Waduk Pluit ditargerkan rampung pada November 2019. (Liputan6.com/ Faizal Fanani)

Menurut Dudi, naturalisasi waduk bakal efektif untuk mengurangi banjir. Hanya saja, pengerjaannya belum selesai. Oleh karena itu, belum mampu menahan air agar tak luber ke pemukiman.

"Saya ambil contoh Waduk Cimanggis, terkait dengan Kali Cipinang karena meluapnya. Karena belum pasang pintu untuk menahan, untuk menangkap air. Karena belum selesai. Tapi nanti sistemnya akan mem-back up Cipinang," tukasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓