Kapolda Banten Pastikan Keamanan Rumah yang Terkena Banjir

Oleh Yandhi Deslatama pada 04 Jan 2020, 12:05 WIB
Diperbarui 04 Jan 2020, 12:05 WIB
Banjir dan longsor terjadi di Lebak, Banten. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)
Perbesar
Banjir dan longsor terjadi di Lebak, Banten. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Jakarta Banjir bandang dan longsor yang menimpa warga Kabupaten Lebak Banten membuat sebagian warganya kini mengungsi. Namun, ada yang tetap memilih bertahan untuk menjaga harta bendanya. 

Terkait hal ini Kapolda Banten Irjen Tomsi Thohir memastikan keamanan rumah warga yang terdampak banjir dan longsor.

"TNI Polri yang ke sana sambil mengevakuasi, sambil menjaga rumah-rumah yang sebagian yang ditinggalkan. Mudah-mudahan tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan, karena warga juga guyub," kata Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir kepada sejumlah awak media, Jumat, 3 Januari 2020.

Tomsi menambahkan, bahwa bantuan helikopter besok akan datang ke Kabupaten Lebak untuk mempermudah proses evakuasi dan distribusi logsitik bantuan para korban yang terisolir lantaran putusnya jembatan hingga tertimbunnya jalanan oleh material longsor.

"Besok kita akan dapat bantuan heli untuk bisa mengcover daerah yang lebih luas di atas," terangnya.

2 dari 3 halaman

Daerah Terisolasi

Banjir dan longsor terjadi di kawasan Lebak, Banten.
Perbesar
Banjir dan longsor terjadi di kawasan Lebak, Banten. (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

Bantuan helikopter itu menurut Kapolda Banten akan sangat mempermudah proses evakuasi dan penyaluran bantuan. Lantaran masih ada beberapa daerah yang terisolasi dan sulit ditembus.

Untuk sampai ke lokasi tersebut hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki yang jaraknya mencapai 10 kilometer. Seperti di Desa Cibiru, Kecamatan Lebak Gedong.

"Untuk daerah terisolir gabungan Brimob dan TNI itu sudah bisa masuk ke daerah Lebak Gedong, Desa Cibiru, berikut dengan membawa sembako. Mudah-mudahan, rencananya, tadi kita sudah bincang-bincang, kita akan upayakan untuk evakuasi. Untuk jalan keatas 10 kilometer memanggul makanan perlu memerlukan tenaga yang luar biasa," jelas Kapolda Banten yang akan mutasi menjadi Kapolda NTB ini.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓