BNPB: Sebab Utama Banjir dan Longsor Itu Alih Fungsi Lahan, Bukan Cuaca Ekstrem

Oleh Yopi Makdori pada 04 Jan 2020, 09:53 WIB
Diperbarui 04 Jan 2020, 09:53 WIB
Ciliwung Meluap, Banjir Rendam Kawasan Rawajati

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah wilayah di Jabodetabek terendam banjir dalam beberapa hari ini. Curah hujan yang tinggi dituding sebagai dalang di balik bencana tersebut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, penyebab utama banjir dan tanah longsor adalah alih fungsi lahan.

"Saya pernah ditanya oleh Bapak Presiden apa penyebab utama longsor dan banjir? Yang pertama akibat (sebab) banjir dan tanah longsor itu alih fungsi lahan," kata Doni di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Doni menyebutkan, alih fungsi lahan tersebut misalnya pengalihan fungsi lahan yang semula hutan kemudian berubah menjadi perkebunan. Sehingga, lanjut dia, keseimbangan alam terganggu dan akhirnya menimbulkan banjir dan longsor.

"Mudah-mudahan ini peringatan kepada kita semua, kepada pemerintah daerah, kepada pelaku usaha untuk betul-betul melakukan kegiatan usahanya (dengan) mempertimbangkan keseimbangan alam," jelas Doni.

 

2 dari 2 halaman

Rugi

Defisit Anggaran, Pemprov DKI Batalkan Pembebasan Lahan Normalisasi Ciliwung
Warga beraktivitas di bantaran Sungai Ciliwung, Kampung Tanah Rendah, Jakarta, Jumat (15/11/2019). Pemprov DKI Jakarta membatalkan pembebasan 118 bidang tanah di bantaran Sungai Ciliwung yang disebabkan karena defisit anggaran. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Ia juga mengimbau supaya masyarakat tidak memerkosa alam dengan dalih ekonomi.

"Jangan sampai kita mendapatkan keuntungan ekonomi yang besar tapi justru dapak kerugian lingkungannya juga besar," pukasnya.

Lanjutkan Membaca ↓