Lokasi Longsor 2 Desa di Bogor Tak Bisa Ditembus Kendaraan

Oleh Achmad Sudarno pada 03 Jan 2020, 07:29 WIB
Diperbarui 03 Jan 2020, 07:29 WIB
Longsor
Perbesar
Lokasi longsor 2 desa di Bogor tak bisa ditembus kendaraan. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Bogor - Liputan6.com, Jakarta - Dua desa di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor masih terisolir dan belum dapat ditembus tim gabungan pascalongsor pada Rabu (1/1/2020).

Kapolsek Nanggung AKP Asep Saepudin mengatakan, dari 10 desa yang terdampak longsor, dua desa diantaranya yakni Malasari dan Cisarua masih sulit ditembus akibat akses jalan menuju daerah itu tertutup material longsor di tiga titik lokasi.

"Sampai sekarang jalur belum dapat dilalui kendaraan roda empat. Bisa pakai motor, tapi medannya sangat sulit," kata Asep, Kamis (2/1/2020).

Sampai saat ini, material longsor masih menutupi badan jalan tepatnya di Kampung Cibereum dan Cisangku, Desa Curug Bitung. Menurutnya, dibutuhkan minimal tiga alat berat untuk menyingkirkan material tanah bercampur batu dan pohon yang menutupi badan jalan.

"Tinggi longsoran bervariasi mulai 2 sampai 15 meter dan panjangnya antara 20 sampai 100 meter. Jadi harus pakai alat berat, tidak bisa dilakukan secara manual," terang Asep.

Hingga saat ini, pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan Pemkab Bogor untuk segera mendatangkan alat berat untuk membuka akses jalan.

Selain itu, memudahkan pengiriman bantuan bagi para korban longsor di Desa Malasari. Sebab, sampai saat ini warga yang tertimpa material longsor dan tinggal di tenda pengungsian belum tersentuh bantuan.

Sejak Rabu siang, tim gabungan sudah mendirikan tenda pengungsian. Namun hingga Kamis siang, jumlah pengungsi terus bertambah ada 1.000 lebih kepala keluarga (KK).

"Rabu malam mereka sempat mendengar suara dentuman dari perut bumi. Karena khawatir terjadi longsor susulan warga memilih mengungsi," ujarnya.

Menurut keterangan warga, bencana longsor di Curug Bitung yang menyebabkan akses menuju Desa Malasari dan Cisarua terputus mirip tanah bergerak. Sebuah bukit tampak bergerak ke bawah bersamaan dengan pepohonan.

"Iya bukit itu bergerak terus ke bawah. Mobil dan warung sempat terseret hingga puluhan meter, padahal bukitnya tidak terlalu tinggi," kata dia.

 

2 dari 3 halaman

10 Desa Terdampak Longsor

Camat Nanggung Saepuloh menyebutkan, dari 11 desa, ada 10 desa di Kecamatan Nanggung yang terdampak bencana longsor dan banjir. Namun, ia belum mendapat laporan berapa jumlah kerusakan bangunan akibat bencana alam ini.

Sebab, petugas di lapangan masih kesulitan untuk menembus ke daerah-daerah yang terdampak longsor lantaran akses menuju lokasi bencana maupun tempat pengungsian masih tertutup longsor. Karena itu, kini penanganan difokuskan membuka akses jalan dan mengirim bantuan logistik termasuk tenda pengungsian sesuai kemampuan dan medan jalan.

"Untuk korban jiwa memang ada dua orang. Satu sopir mobil pickup dan satu lagi pemilik warung tertimbun longsor di Desa Curug Bitung," terangnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓