BNPB: Korban Meninggal Akibat Banjir Menjadi 30 Orang

Oleh Muhammad Ali pada 02 Jan 2020, 21:41 WIB
Diperbarui 02 Jan 2020, 21:41 WIB
Banjir
Perbesar
Pada Rabu (1/1/2020), Kepala BNPB Doni Monardo memantau banjir Jakarta dari atas helikopter, salah satunya banjir di Kampung Melayu, Jakarta Timur. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Korban meninggal dunia akibat banjir di Jabodetabek terus bertambah. Hingga pukul 21.00 WIB, jumlah itu menjadi 30 orang. Jumlah itu meningkat dari sebelumnya sebanyak 16 orang.

"Sampai dengan pukul 21.00 WIB jumlah korban meninggal akibat banjir adalah 30 orang," ujar Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo kepada wartawan, Kamis (2/1/2020).

Dia menambahkan, data itu merupakan hasil sinkronisasi dan validasi yang dikumpulkan BNPB dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, BPBD, TNI, POLRI, dan sumber lainnya.

"Korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Bogor 11 orang," ujar dia.

Kemudian Jakarta Timur ada 7 orang, Kota Bekasi dan Kota Depok masing-masing 3 orang, dan masing-masing 1 orang untuk Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor dan Kota Tangerang.

"Sedang dari penyebabnya, 17 orang meninggal karena terseret arus banjir, 5 orang tertimbun longsor, 5 orang tersengat listrik dan 3 orang hipotermia," ujar dia.

 

2 dari 3 halaman

Evakuasi Korban Banjir

BMKG memprediksi, hujan deras masih akan berlangsung sampai 10 Januari 2020. Agar hal ini tidak menimbulkan korban lebih banyak, BNPB mengimbau agar warga yang rumahnya masih terendam cukup dalam dan masih bertahan di rumah, agar segera evakuasi ke tempat aman.

"Jika kondisi banjir sudah surut maka boleh kembali ke rumah msing-masing. Utamakan keselamatan jiwa terlebih dahulu dibanding harta," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓