3 Wilayah Diterjang Longsor saat Banjir Jakarta

Oleh Devira Prastiwi pada 02 Jan 2020, 06:34 WIB
Diperbarui 02 Jan 2020, 06:34 WIB
Banjir dan longsor terjadi di Lebak, Banten. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)
Perbesar
Banjir dan longsor terjadi di Lebak, Banten. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Jakarta - Longsor terjadi di beberapa wilayah sekitar Ibu Kota. Pagi sekitar pukul 06.30 WIB, Rabu, 1 Januari 2020, banjir dan longsor menerjang Kabupaten Lebak, Banten.

Setidaknya ada dua kecamatan wilayah terdampak bencana alam longsor, yaitu Kecamatan Cipanas dan Lebakgedong.

"Data sementara ada 12 desa yang terdampak banjir dan longsor," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi, melalui pesan singkatnya, Rabu, 1 Januari 2020.

Selain itu, longsor juga terjadi di Jalan Albarokah, RT 07/01, Kelurahan Pangkalan Jati, Cinere, Depok, Jawa Barat.

Berikut 3 wilayah yang diterjang longsor saat banjir Jakarta dihimpun Liputan6.com:

 

2 dari 5 halaman

Lebak, Banten

Banjir Lebak Banten
Perbesar
Tercatat ada tujuh jembatan putus akibat bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Lebak Banten di awal 2020 ini.(Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)

Banjir dan longsor menerjang Kabupaten Lebak, Banten pagi tadi sekitar pukul 06.30 WIB. Setidaknya ada dua kecamatan wilayah terdampak bencana alam, Kecamatan Cipanas dan Lebakgedong.

Kecamatan Cipanas yang terdampak banjir yakni, Desa Bintangresmi, Bintangsari, Haurgajrug, Sukasari, Sipayung, Cipanas, dan Desa Luhurjaya.

Kemudian Kecamatan Lebakgedong desa yang terdampak yakni Banjar Irigasi, Banjarsari, Cilacaeun, Lebaksangka, dan Lebak Situ.

Sejumlah ruas jalan pun ditutup oleh pihak kepolisian karena tertutup banjir dan tanah longsor, yakni jalan dari Cipanas menuju Kecamatan Muncang, kemudian jalan dari Cipanas menuju Lebak Gesing.

"Sementara jalan ditutup akibat tertutup longsor dan banjir," terangnya. Untuk korban jiwa sementara nihil. Data kerusakan dan kerugian masih di data," jelas Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi.

Sementara itu, tercatat ada tujuh jembatan putus akibat bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Lebak, Banten.

Salah satu jembatan yang putus merupakan jembatan utama di Kecamatan Sajira, yang menajdi penghubung ke Kecamatan Muncang, Leuwidamar dan Sobang di Kabupaten Lebak, Banten.

"Jembatan putus di beberapa tempat akibat banjir bandang," kata koordinator Relawan Lebak Peduli, Rochman Setiawan kepada Liputan6.com.

Tak hanya jembatan putus, berdasarkan catatannya ada 19 desa di tiga kecamatan yang terendam banjir bandang dan tanah longsor.

Data desa yang terendam banjir dan longsor menurut Relawan Lebak Banten, (Kecamatan Sajira) Desa Sukarame, Desa Sukajaya, Desa Sajira Mekar, Desa Sajira, Desa Bungur Mekar, Desa Calung Bungur, dan Desa Pajagan

(Kecamatan Cipanas) Desa Bintangresmi, Desa Bintangsari, Desa Haurgajrug, Desa Sukasari, Desa Sipayung, Desa Cipanas, dan Desa Luhurjaya.

(Kecamatan Lebak Gedong) Desa Banjaririgasi, Desa Banjarsari, Desa Ciladaeun, Desa Lebaksangka, dan Desa Lebaksitu

"Data sementara, di Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, ada 30 rumah hancur dan hanyut terbawa banjir, dan satu Masjid hanyut," terangnya.

Pria yang akrab disapa Omen ini mengatakan, bantuan yang sangat dibutuhkan oleh warga berupa makanan, selimut, pakaian dan obat-obatan.

Bahkan di perkampungan Bolang dan Susunan, Desa Bungur Mekar, beberapa rumah terendam banjirY dan jembatan putus yang belum bisa terakses bantuan.

"Desa Bungur Mekar terendam banjir dan jembatan putus. Butuh bantuan makanan siap saji, obat obatan dan lainnya," katanya.

 

3 dari 5 halaman

Depok

Proses penyelamatan korban longsor di Depok, Rabu (1/1/2020).
Perbesar
Proses penyelamatan korban longsor di Depok, Rabu (1/1/2020). (foto: Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok)

Tiga orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor. Peristiwa itu terjadi Jalan Albarokah, RT 07/01, Kelurahan Pangkalan Jati, Cinere, Depok pada Rabu pagi, 1 Januari 2020.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok, Denny Romulo mengatakan, dia bersama tim turun ke lokasi mengevakuasi dua rumah yang diterjang longsor.

"Longsor terjadi pada pukul 5 pagi," ucap Denny saat dihubungi Liputan6.com.

Denny menuturkan, ada tujuh orang yang tinggal di rumah tersebut. Pihaknya sejak pukul 05.30 WIB berjibaku mencoba menyelamatkan para korban.

Empat korban dievakuasi dengan selamat. Mereka adalah Deni Prabowo (23), Dayanti (50), Attar (1,5) dan Zema. Sedangkan, tiga orang lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Mereka Amelia Susanti (27), Lusinag (68), dan Nizam Saputra (8).

"Baru selesai evakuasi sekitar pukul 4 sore tadi. Kami juga merujuk salah seorang korban selamat yakni Deni Prabowo ke RS Fatmawati karena mengalami patah tulang," terang dia.

Saat ini, seluruh korban longsor yang tertimbun berhasil dievakuasi. "Sudah sudah semua diangkat," kata Denny.

 

4 dari 5 halaman

Bogor

Longsor di Bogor, Rabu (1/1/2020). (Liputan6.com/Achmad Sudarno)
Perbesar
Longsor di Bogor, Rabu (1/1/2020). (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Sebuah mobil pickup tertimpa longsor saat melintas di ruas Jalan Curug Bitung-Cisangku, Kampung Cibeureum, Desa Curug Bitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu, 1 Januari 2020.

Mobil bak warna hitam itu terseret hingga 200 meter hingga sopirnya meninggal dunia.

Selain menimpa kendaraan, longsor menimbun sebuah warung dan menewaskan seorang pedagang kelontong. Keduanya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Kedua korban meninggal itu adalah Idris (42) sopir mobil pickup asal Curug Bitung, Kecamatan Nanggung dan Iyus (43) warga Curug Bitung, Kecamatan Nanggung.

"Dua korban sudah berhasil dievakuasi siang tadi oleh tim SAR gabungan beserta masyarakat sekitar," ujar Dedi Suryadi, warga setempat.

Dedi mengaku belum menerima informasi lebih lanjut apakah masih ada korban yang masih tertimbun longsor atau tidak. Namun, longsor itu menutup akses jalan Curug Bitung-Cisangku.

"Yang longsor itu berupa bukit, luasnya ada sekitar 10 hektare. Jadi bukit itu bergerak ke bawah lalu menyeret mobil yang sedang melintas dan menimbun warung," terang mantan Sekretaris Desa Curug Bitung tersebut.

Kondisi ruas jalan itu masih tertutup material longsor dengan ketinggian mencapai 2-3 meter.

Tak hanya di ruas Curug Bitung-Cisangku, longsor juga terjadi di dua titik lokasi berbeda, yakni ruas jalan di Curug Bitung-Cisarua dan ruas Nanggung-Curug Bitung.

"Lokasi longsor itu jauh dari pemukiman, Tapi dampaknya warga di sana terisolasi karena akses mereka satu-satunya tertutup longsor," kata dia.

Warga dan Muspika setempat masih menunggu alat berat dari Pemkab Bogor untuk menyingkirkan materal tanah, batu dan batang pohon yang masih menutupi ruas jalan tersebut.

"Saat ini kondisi di Curug Bitung juga terjadi listrik padam akibat bencana longsor," ujar Dedi.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓