Megawati: Panglima TNI Boleh Gak Ya Perempuan?

Oleh Liputan6.com pada 22 Des 2019, 14:34 WIB
Diperbarui 22 Des 2019, 17:15 WIB
Megawati Soekarnoputri mengenakan baju batik

Liputan6.com, Jakarta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyelenggarakan Seminar Nasional bertema 'Perempuan Hebat Untuk Indonesia Maju' dalam rangka memperingati Hari Ibu. Acara dihadiri Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri.

Dalam sambutannya, Megawati ingin para perempuan bisa berperan untuk negara dan tidak ragu terjun ke politik. Mega kemudian teringat pahlawan perang perempuan Aceh Cut Nyak Dhien.

"Saya tidak terbayang ya ketika Ibu Cut Nyak Dhien ikut perang, saya ini kan seneng mengimajinasikan," kata Megawati di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2019).

Selanjutnya, Megawati teringat perjuangan Laksamana Mahayati. Menurutnya, pahlawan perang asal Aceh tersebut bukan embel-embel dan benar-benar ikut perang melawan penjajah Belanda.

"Dan dia memenangkan perang ketika itu saya lupa di Aceh itu perang apa, kalah gubernur jenderal oleh dia, apakah tidak bangga kita punya Laksamana seorang Mahayati," tuturnya.

Ketum PDIP itu pun kemudian ingin bahwa Panglima TNI dipimpin oleh seorang perempuan. Sebab, wanita saja bisa memimpin sebuah negara seperti dirinya.

"Panglima TNI memang tidak boleh ya kalau perempuan? loh presiden saja sudah loh, artinya ya kebawanya boleh dong, betul apa tidak," pungkas Megawati.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

 

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓