Sambut Tahun Baru 2020, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Bali

Oleh Liputan6.com pada 28 Des 2019, 10:16 WIB
Diperbarui 28 Des 2019, 10:16 WIB
Jelang Natal - Tahun Baru, Kakorlantas Cek Kesiapan Kendaraan dan Personel

Liputan6.com, Jakarta - Bali menjadi salah satu tujuan wisatawan menyambut pergantian Tahun Baru 2020. Kepolisian pun telah menyiapkan rencana pengamanan, termasuk rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan kendaraan di wilayah tersebut.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono mengatakan, terdapat tiga titik di Bali yang paling banyak dikunjungi wisatawan saat libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, yakni Kuta, Kota Denpasar, dan Garuda Wisnu Kencana (GWK).

"Di Kuta nanti diberlakukan satu arus dan penutupan mulai jam 4 sore (31 Desember 2019). Jadi nanti harus clean tidak ada kendaraan yang masuk di wilayah Kuta ini. Kemudian di Denpasar dan GWK juga demikian," ujar Istiono saat memantau kawasan Kuta, Bali, Jumat (27/12/2019).

Kepolisian terus memantau pergerakan wisatawan di Bali selama libur Natal dan Tahun Baru 2020. Sejauh ini, jumlah wisatawan lokal yang masuk ke wilayah Bali sudah sekitar 18 ribu kendaraan. Jumlah tersebut belum termasuk wisatawan yang datang melalui jalur udara.

"Kemungkinan di malam tahun baru cukup padat di sini. Harapannya para wisatawan mengetahui situasi di sini. Dan kita dari kepolisian telah menyiapkan rencana-rencana pengamanan secara maksimal," tuturnya.

 

2 dari 3 halaman

Ratusan Personel Polantas

Barisan motor Patwal dari Korlantas Mabes Polri saat  apel pengecekan seluruh kendaraan fasilitas pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019 di Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)
Barisan motor Patwal dari Korlantas Mabes Polri saat apel pengecekan seluruh kendaraan fasilitas pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019 di Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Ribuan personel kepolisian telah ditempatkan di beberapa titik di Bali selama libur Natal dan Tahun Baru. Mereka ditempatkan di beberapa objek vital, tempat rekreasi, jalan raya, tempat parkir, hingga area sarana dan prasarana untuk wisatawan.

"Untuk personel sendiri kita terjunkan khusus lalu lintas 400 di Kuta, di Denpasar 350 dan di GWK 200 personel. Sudah ready semua untuk mengantisipasi itu," jelas Istiono.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓