Pesan Jokowi hingga Ridwan Kamil Jelang Natal dan Tahun Baru

Oleh Liputan6.com pada 21 Des 2019, 06:30 WIB
Diperbarui 23 Des 2019, 05:13 WIB
Jokowi Pimpin Rapat Terbatas

Liputan6.com, Jakarta - Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 tinggal menghitung hari. Demi kelancaran dua perayaan besar tersebut, sejumlah upaya dan antisipasi dilakukan agar perayaan natal dan tahun baru berlangsung aman.

Kepolisian Republik Indonesia pun mengingatkan supaya tidak ada pihak yang mengganggu masyarakat merayakan momen Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

"Apabila sudah diingatkan tidak mengindahkan ya, maka kita akan melakukan tindakan tegas kepada kelompok masyarakat yang melakukan tindakan intoleran dan juga melanggar hukum," kata Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra di Kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Rabu 18 Desember 2019.

Jokowi hingga Gubernur Jawa Barat pun turut menghimbau agar masyarakat saling menghormati dan menghargai satu sama lain saat perayaan natal dan tahun baru. Lantas apa pesan tokoh-tokoh ini jelang perayaan natal?

Berikut ini pesan Jokowi hingga Ridwan Kamil jelang perayaan natal dan tahun baru:

2 dari 7 halaman

Jokowi

Jokowi Pimpin Ratas Bahas KUR 2020
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/12/2019). Ratas tersebut membahas pelaksanaan program kredit usaha rakyat tahun 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam rapat terbatas Persiapan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Presiden Jokowi meminta semua pihak menjaga toleransi dan kerukunan.

"Kita harus terus memperkuat nilai-nilai toleransi, kerukunan, nilai-nilai persaudaraan di antara sesama anak bangsa. Sehingga dalam menjelang Natal dan tahun baru kenyamanan, rasa aman masyarakat bisa kita hadirkan," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga mengatakan, Indonesia menjamin warga negara memeluk suatu agama. Sehingga ini menjadi sebab pemerintah melarang organisasi masyarakat melakukan sweeping terhadap kegiatan keagaaman.

"Sudah jelas tegas di konstitusi kita, konstitusi kita menjami memeluk agama dan kepercayaan masing-masing tidak ada yang perlu diragukan untuk itu," kata Jokowi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu, 19 Desember 2019.

3 dari 7 halaman

Fachrul Razi

Fachrul Razi
Menteri Agama Fachrul Razi (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Imbauan disampaikan oleh Menteri Agama Fachrul Razi kepada ormas agar tidak melakukan sweeping sepihak jelang perayaan natal dan tahun baru. Dia yakin jika masyarakat Indonesia saat ini dapat menghargai satu sama lain.

“Tidak boleh ada sweeping-sweeping. Dari dulu juga enggak, mudah-mudahan enggak," kata Fachrul di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Rabu 18 Desember 2019.

Walaupun saat ini narasi-narasi negatif jelang natal sering bermunculan, Fachrul Razi mengatakan hal tersebut hanya isu yang berkembang di masyarakat. Dia berharap perayaan natal dan tahun baru 2020 di Indonesia bisa berjalan dengan lancar tanpa aksi sweeping yang dilakukan sejumlah ormas.

"Mudah-mudahan enggak ada masalah. Tadi menekannya Menko Polhukam betul, bahwa tidak boleh ada sweeping-sweeping, dari dulu juga enggak. Mudah-mudahan kali ini juga enggak," jelas Fachrul.

4 dari 7 halaman

Sandiaga Uno

Sandiaga Uno
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno melambaikan tangan setibanya di TPS 002 Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk menggunakan hak politiknya dalam Pemilu 2019, Rabu (17/4). Pemilu 2019 terdiri dari Pilpres dan Pileg yang diselenggarakan secara serentak (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sandiaga Uno menyampaikan hal yang senada dengan Presiden Jokowi jelang perayaan natal dan tahun baru. Dia mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar menjaga dan meningkatkan kerukunan Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020.

Hal ini disampaikan Sandiaga saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Jalan Buaran 2, RT 3 RW 13, Klender, Duren Sawit, Kota Jakarta Timur.

"Sebentar lagi liburan natal dan tahun baru, kita jaga toleransi kita, kita hormati saudara-saudara kita umat kristiani yang merayakan natal dengan memastikan situasi semuanya kondusif," kata Sandiaga, Kamis 19 Desember 2019.

Dengan menghormati mereka yang merayakan natal dan tahun baru, Sandiaga yakin kerukunan antar masyarakat akan terus terjaga.

Menurut Sandiaga, banyak hal yang bisa dilakukan khususnya dalam hal meningkatkan kerukukan dan toleransi, salah satunya dengan memberi rasa aman bagi umat yang merayakan natal dan tahun baru.

"Insyaallah umat beragama semua menghormati satu sama lain dan semakin meningkatkan kerukunan umat beragama," ucap Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga juga mengajak masyarakat untuk mendoakan agar umat beragama di Indonesia bisa semakin rukun dan damai.

"Sama-sama kita berdoa di 2020 kita semakin rukun dan tenun kebangsaan kita, dan tenun rajutan persatuan antara umat beragama saling tolong menolong, gotong royong. Insyaallah bisa terus ditingkatkan," tutup Sandiaga.

5 dari 7 halaman

Ridwan Kamil

Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil membacakan pidato tertulis Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dalam upacara peringatan Hari Bela Negara ke-71.

Tak hanya Presiden Jokowi yang melarang ormas melakukan sweeping. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan hal serupa.

Dia mengatakan bahwa sweeping ormas bisa menjadi salah satu potensi kerawanan jelang perayaan natal dan tahun baru.

"Potensi kerawanan tentu sudah dihitung pihak kepolisian. Laporan dari pak kapolda dan pak pangdam, Jawa Barat hari ini sangat kondusif. Silakan warga untuk bersukacita dalam menyambut tahun baru dan kepada umat kristiani mengambil kegiatan ibadah dengan aman dan nyaman," kata Ridwan usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Lodaya di depan Gedung Sate, Kamis 19 Desember 2019.

Pria yang akrab disapa Emil itu meminta seluruh warga Jabar bersama-sama menjaga kondusifitas.

"Saya titip jangan ada kelompok-kelompok masyarakat yang ingin mengganggu kondusifitas warga Jawa Barat. Mereka yang niat buruk pasti berhadapan langsung dengan polisi dan TNI," ujarnya.

Ridwan Kamil pun memastikan kepolisian terus menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk mencegah sweeping terjadi.

"Itu standar operasional prosedur di mana potensi kerawanan sudah dihitung kepolisian, salah satunya ada sweeping yang tidak sesuai aturan itu sudah diantisipasi oleh kepolisian. Tentunya sebelum itu terjadi, proses komunikasi kepada pihak-pihak tertentu sudah dilakukan," ucapnya.

Baginya, menjaga situasi kondusif di Jabar bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri, tapi juga peran masyarakat.

"Saya imbau tolong jaga sama-sama semua orang ingin beribadah, seperti halnya kita juga ingin beribadah di waktu yang kita inginkan. Semua juga ingin kondusif jadi jangan kurang baik, harga kondusivitas ini mahal," ujarnya.

6 dari 7 halaman

Anies Baswedan

Anies Baswedan
Gubernur DKI Anies Baswedan melepas petugas haji DKI Jakarta. (Liputan6.com/Nabila)

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi gudang Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok jelang libur natal dan tahun baru.

Anies beserta perwakilan Pasar Induk, Kementerian Perdagangan, dan pihak terkait menuju gudang dengan bersepeda yang berjarak sekitar 300 meter dari kantor.

Dia mengatakan dan menghimbau masyarakat agar tak perlu khawatir dengan fluktuasi harga dikarenakan ketersedian pangan pokok aman.

"Hari ini kita lihat langsung, alhamdulillah stok aman, untuk akhir tahun ini sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir atas fluktuasi harga karena pasokan tersedia dengan cukup," ujar Anies, Jakarta, Jumat 20 Desember 2019.

 

(Winda Nelfira)

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓