Menaker Ida Fauziyah Ingatkan Pekerja Migran Bahaya Ideologi Radikalisme

Oleh Gilar Ramdhani pada 19 Des 2019, 16:12 WIB
Diperbarui 19 Des 2019, 17:17 WIB
Peringatan Hari Migran Sedunia, Ida Fauziyah: Pemerintah Berkomitmen Lindungi PMI

Liputan6.com, Jakarta Di sela perayaan Happy Migrant Day 2019 di Malang, Rabu (18/12), Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengingatkan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk tidak tergoda dengan ajaran radikal di negara tempat bekerja.

Hal tersebut menjadi perhatian Menaker Ida, karena dirinya kerap mendapatkan banyak cerita yang mengharukan, termasuk yang membuat ia merasa sedih adalah saat mengetahui tentang sejumlah PMI yang mempelajari ajaran radikal ketika di perantauan.

"Banyak cerita melingkupi pekerja migran karena jauh dari keluarga dan kekasih hati. Kadang pikiran jauh, ada sebagian yang tergoda dengan hal-hal lain yang kontraproduktif dengan PMI," ungkap Menaker Ida.

Namun yang menyedihkan bagi Menaker Ida adalah ketika membawa pengetahuan agama yang jauh dari pemahaman sehari-hari. "Hati-hati ketika nyoba-nyoba belajar islam ke orang lain yang pemahaman agamanya beda jauh dengan pemahaman kita di Indonesia," pesannya.

Menaker Ida mengajak para PMI untuk bisa tegas mengatakan tidak pada semua ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

"Kita harus tegas bilang tidak bagi siapa saja yang memperkenalkan ideologi baru yang jauh bertentangan dengan ideologi kita," ujarnya.

Menaker: Pekerja Migran Indonesia Punya Penting untuk Harumkan Nama Indonesia
Peringatan Migrant Day 2019 di Malang.

Untuk menangkal bahaya ideologi atau ajaran radikalisme, Ida mengatakan para PMI perlu dibekali dan diberi pemahaman ideologi pancasila yang kuat. Caranya adalah melalui materi pelatihan yang diberikan.

"Materi pelatihan, materi orientasi bagi anak-anak saudara kita perlu dikenalkan ideologi berbangsa dan bernegara kita," jelasnya.

Salah satu penyebab rentannya hal ini terjadi pada PMI saat ini adalah karena lokasi yang jauh di luar negeri. Selain itu, penggunaan medsos juga turut berperan pada meningkatnya kemungkinan ini.

"Kami tak pernah meragukan ideologi kalian, tapi godaan itu bisa terjadi. Ketika nanya kecil ruang bertanya, yang ada adalah medsos yang bisa menjauhkan kalian dari ideologi-ideologi Pancasila," jelas Ida.

Oleh karena itu, untuk menghindari sejumlah masalah tersebut, para PMI diminta menjadi duta bela negara.

Sebagai duta yang memiliki tugas penting, secara khusus Menaker juga meminta PMI untuk selalu menjaga nama baik Indonesia. Ida Fauziyah menyebut bahwa bangsa lain akan mengetahui Indonesia melalui para duta wisata ini.

"Sebagai duta, negara lain, bangsa lain akan tahu Indonesia karena kalian semua. Duta ditunjukkan dengan perilaku," terangnya.

 

(*)