Fakta Adu Tembak TNI-Polri dengan KKSB Papua yang Tewaskan 2 Aparat

Oleh Devira Prastiwi pada 19 Des 2019, 18:54 WIB
Diperbarui 19 Des 2019, 18:54 WIB
Kronologi Penyerangan di Papua, 16 Anggota TNI Dikepung 80 Orang KKSB
Perbesar
Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata atau KKSB di Kabupaten Paniai, menyerang Tim Survey Papua Terang yang beranggotakan 17 oran...

Liputan6.com, Jakarta - Kelompok separatis di Papua atau Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) kembali berulah. Dua anggota TNI meninggal dalam baku tembak dengan KKSB.

Kejadian adu tembak antara TNI-Polri dengan KKSB di Papua itu berlangsung pada Selasa 17 Desember 2019. Kedua anggota TNI yang gugur adalah Lettu Erizal Zuhri dan Serda Rizky.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono membenarkan kejadian adu tembak yang menewaskan dua anggota TNI tersebut.

Menurut Argo, peristiwa terjadi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Berikut fakta-fakta dua anggota TNI yang gugur saat baku tembak dengan KKSB Papua dihimpun Liputan6.com:

 

2 dari 5 halaman

Kronologi Kejadian

Eks Anggota KKSB Papua Menyerah
Perbesar
Eks anggota KKSB Papua menyerahkan diri dan berikrar kembali ke NKRI. (Istimewa)

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, peristiwa adu tembak itu terjadi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Telah terjadi kontak senjata antara pasukan Satgas Tindak Nemangkawi TNI-Polri dengan KKSB," kata Argo saat dihubungi Liputan6.com, Rabu, 18 Desember 2019.

Argo menerangkan, peristiwa berawal saat aparat mendapat informasi dari warga Sugapa bahwa mereka yang sedang melaksanakan persiapan perayaan Natal mendapat gangguan keamanan berupa intimidasi, kekerasan fisik, perampokan, pemerkosaan, dan perampasan serta penjarahan harta benda yang dilakukan oleh KKSB. Diduga mereka sebagai pelaku penembakan terhadap tiga pengemudi ojek pada Oktober 2019.

"Menindaklanjuti laporan tersebut untuk melindungi keselamatan dan memberikan rasa aman kepada warga terutama menjelang perayaan Natal, Satgas Gakkum TNI bersama Polri meningkatkan kegiatan patroli pengamanan di tempat yang diduga menjadi basis kegiatan KKB," terang Argo.

 

3 dari 5 halaman

2 Angota TNI Gugur

Polisi Papua
Perbesar
Brigadir Pol Shinton Kbarek menjadi korban pengadangan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, usai mengamankan Pilkada serentak 2018. (KabarPapua.co/Liza Indriyani)

Menurut Argo, pada saat melaksanakan patroli keamanan, terjadi kontak tembak yang mengakibatkan dua prajurit TNI gugur.

"Pukul 15.30 WIT dilaporkan dari jajaran Nanggala 15 mengalami kontak senjata. Dilaporkan 2 personel Nanggala 15 mengalami luka tembak," ujar Argo.

Rencananya, kata Argo, evakuasi korban dilaksanakan pagi hari. Sampai Selasa sore 17 Desember 2019, Argo menerangkan bahwa masih terjadi kontak senjata di sana.

Sementara menurut Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Sus Taibur Rahman, pascakontak tembak Satgas Gakum TNI-Polri terus melakukan pengejaran untuk menangkap kelompok tersebut. Diketahui mereka melarikan diri ke dalam hutan.

Pihak TNI menjamin keamanan masyarakat menjelang perayaan Natal pasca kejadian itu.

 

4 dari 5 halaman

Tinggalkan Duka Keluarga

[Bintang] Kasus Pembunuhan Anak dalam Kardus Kembali Membawa Duka
Perbesar
Ilustrasi Kasus Pembunuhan Anak dalam Kardus Kembali Membawa Duka | via: cloudfront.net

Duka mendalam dirasakan keluarga anggota TNI atas nama Lettu (Inf) Erizal Zuhri Sidabutar. Personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI ini merupakan salah satu putra terbaik Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut).

Erizal gugur dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua pada Selasa, 17 Desember 2019, sekitar pukul 15.30 WIT (Waktu Indonesia Timur).

Akibat peristiwa ini, keluarga besar Polres Dairi juga berduka, karena ayah Erizal, Aiptu Zukur Sidabutar, personel Polres Dairi.

"Kerabat dan tetangga terus bertakziah ke kediaman keluarga Erizal, di Kompleks Asrama Polisi, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi," kata Kasubag Humas Polres Dairi, Ipda Donny Saleh, Rabu 18 Desember 2019.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Donny, jenazah Erizal sedang dalam proses pemulangan dari Papua menuju Jakarta. Selanjutnya, dari Jakarta menuju Bandara Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumut.

Jenazah perwira muda lulusan Akademi Militer (Akmil) tersebut diperkirakan tiba di rumah duka pada Kamis, 19 Desember 2019, sekitar pukul 03.00 WIB.

"Jarak dari Bandara Kualanamu ke mari sekitar 4 jam. Sekitar pukul 03.00 WIB sampai rumah duka," sebutnya.

Donny mengungkapkan, jenazah Erizal direncanakan dimakamkan habis Zuhur atau sekitar pukul 14.00 WIB. Donny menyebut, keluarga Erizal sangat terpukul dengan kepergian Erizal, begitu juga dirsakan oleh warga dan Polres Dairi.

"Dia merupakan salah satu putra terbaik Dairi. Selama ini dikenal ramah. Dia sering menyempatkan diri bergaul dengan masyarakat dan personel kepolisian di Polres Dairi," ungkap Donny.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓