Mengenal Puncak Sepaku, Kawasan Berbukit yang Bakal Jadi Pusat Ibu Kota Baru

Oleh Lizsa Egeham pada 19 Des 2019, 06:50 WIB
Diperbarui 20 Des 2019, 10:14 WIB
Presiden Jokowi meninjau ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).(Liputan6.com/ Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Berbeda dengan Jakarta, kontur di lokasi ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara tidak datar dan berbukit-bukit. Kondisi jalanan cenderung naik-turun dan berliku. Maklum saja, ratusan hektare wilayah ibu kota memang merupakan perbukitan.

Meski begitu, Jokowi meyakini konsep pembangunan ibu kota baru akan berhasil, walaupun daerah tersebut memiliki kondisi geografis yang menantang. Menurut dia, hal tersebut justru akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para arsitek yang akan merancang ibu kota negara.

"Saya berikan jaminan mereka pasti akan sangat senang sekali dengan kondisi yang naik turun berbukit seperti itu karena akan lebih cantik dan lebih indah dibanding kalau hanya datar saja. Saya pastikan itu, pasti mereka akan lebih senang kalau arsitek," kata Jokowi kepada wartawan, Rabu (18/12/2019).

Tak perlu khawatir, menurut Jokowi, nantinya kondisi geografis ibu negara akan dipermudah dengan pembangunan akses jalan tol yang menghubungkan kota-kota di sekitarnya.

Presiden Jokowi meninjau ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).(Liputan6.com/ Lizsa Egeham)

Apabila sekarang masyarakat harus menempuh 2,5 jam perjalanan dari Balikpapan ke ibu kota, dengan adanya jalan tol, perjalanan nantinya hanya akan memakan waktu 30 menit saja.

"Sepaku dengan Balikpapan dekat sekali. Kemarin muter sampai dua setengah jam, itu karena memang muter. Tapi kalau nanti tolnya dilangsungkan, itu paling 30 menit sampai," tutur dia.

Adapun lokasi yang ditinjau Jokowi tepat menghadap teluk. Jokowi menyebut hal ini menjadi nilai plus karena akan semakin mempercantik kawasan ibu kota negara nantinya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan,  kawasan ibu kota negara merupakan kawasan hutan tanaman industri (HTI) yang akan dihijaukan kembali.

Untuk itu, dia memerintahkan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar untuk membuat kebun bibit.

"Saya sudah perintahkan ke Menteri Kehutanan untuk dibuatkan kebun bibit, dibuatkan nursery yang kurang lebih 100 hektare yang mungkin akan memuat jutaan bibit di situ. Sehingga kawasan itu akan menjadi sebuah kawasan yang sangat hijau dan penuh dengan oksigen," jelas dia.

"Tidak ada polusi, enggak ada limbah, yang banyak orang berjalan kaki, naik sepeda, naik transportasi umum, yang bebas emisi. Yang ada adalah mobil-mobil listrik yang juga zero emission," kata Jokowi.

 

2 dari 3 halaman

Bentuk Badan Otorita

Jokowi Bertemu Tokoh Masyarakat dan Adat Kalimantan Timur
Presiden Jokowi bertemu tokoh masyarakat dan adat Kalimantan Timur. Jokowi meminta izin soal pemindahan ibu kota. (Lizsa Egeham/Liputan6.com)

Jokowi memastikan bahwa pemerintah akan segera membentuk Badan Otorita Ibu Kota paling lambat awal Januari 2020. Badan ini akan bertanggung jawab dalam proses pembangunan ibu kota baru.

Adapun gagasan besar desain diharapkan selesai dalam enam bulan ke depan atau pada bulan Juli 2020. Khususnya, gedung-gedung pemerintahan.

"Kemudian langsung dilakukan yang namanya land clearing dan pembangunan infrastruktur dasar. Sehingga kita harapkan nanti mulai tahun depan sudah dimulai pembangunan gedung-gedungnya. Terutama akan diselesaikan untuk gedung-gedung pemerintahan terlebih dahulu," ucap Jokowi.

Seperti diketahui, pemerintah telah memutuskan memindahkan ibu kota baru ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Lahan seluas 56 ribu hektare disiapkan untuk membangun infrastuktur di ibu kota negara.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓