Baku Tembak dengan KKSB Papua, 2 Prajurit TNI Meninggal

Oleh Yopi Makdori pada 18 Des 2019, 13:10 WIB
Diperbarui 18 Des 2019, 13:10 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono
Perbesar
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono, di Puncak, Bogor, Sabtu (14/12/2019). (LIputan6.com/ Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Jakarta - Dua anggota TNI meninggal dalam baku tembak dengan kelompok sparatis di Papua atau Kelompok Kriminal Sparatis Bersenjata (KKSB) Selasa 17 Desember 2019. Dua anggota yang gugur adalah Lettu Erizal Zuhri dan Serda Rizky.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Telah terjadi kontak senjata antara pasukan Satgas Tindak Nemangkawi TNI-Polri dengan KKSB," kata Argo saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (18/12/2019).

Argo menerangkan, peristiwa berawal saat aparat mendapat informasi dari warga Sugapa bahwa mereka yang sedang melaksanakan persiapan perayaan Natal mendapat gangguan keamanan berupa intimidasi, kekerasan fisik, perampokan, pemerkosaan, dan perampasan serta penjarahan harta benda yang dilakukan oleh KKSB. Diduga mereka sebagai pelaku penembakan terhadap tiga pengemudi ojek pada bulan Oktober 2019.

"Menindaklanjuti laporan tersebut untuk melindungi keselamatan dan memberikan rasa aman kepada warga terutama menjelang perayaan Natal, Satgas Gakkum TNI bersama Polri meningkatkan kegiatan patroli pengamanan di tempat yang diduga menjadi basis kegiatan KKB," terang dia.

Pada saat melaksanakan patroli keamanan, lanjut dia, terjadi kontak tembak yang mengakibatkan dua prajurit TNI gugur.

"Pukul 15.30 WIT dilaporkan dari jajaran Nanggala 15 mengalami kontak senjata. Dilaporkan 2 personel Nanggala 15 mengalami luka tembak," ujar Argo.

2 dari 3 halaman

Mengejar Pelaku

Penembakan Senjata Api
Perbesar
Ilustrasi Foto Penembakan (iStockphoto)

Rencananya, kata Argo evakuasi korban dilaksanakan pagi tadi. Sampai Selasa sore 17 Desember 2019, Argo menerangkan bahwa masih terjadi kontak senjata di sana.

Sementara menurut Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Sus Taibur Rahman, pasca kontak tembak Satgas Gakum TNI-Polri terus melakukan pengejaran untuk menangkap kelompok tersebut. Diketahui mereka melarikan diri ke dalam hutan.

Pihak TNI menjamin keamanan masyarakat menjelang perayaan Natal pasca kejadian itu.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓