ANTAM Raih Penghargaan Di ASEAN Mineral Award 2019 di Thailand

Oleh stella maris pada 17 Des 2019, 14:22 WIB
Diperbarui 17 Des 2019, 14:22 WIB
Inalum
Perbesar
The Seventh ASEAN Ministerial Meeting on Minerals (The 7th AMMin) and Associated Meetings/Events.

Liputan6.com, Jakarta The Seventh ASEAN Ministerial Meeting on Minerals (The 7th AMMin) and Associated Meetings/Events telah digelar dan dibuka oleh Menteri Perindustrian Thailand, E. Suriya Jungrungreangkit pada 13 Desember 2019 di Bangkok, Thailand.

Pada acara itu juga dilaksanakan penganugerahan penghargaan ASEAN Mineral Award 2019. Perusahaan berbasis mineral perwakilan dari Indonesia, PT Antam Tbk (Antam) meraih Juara 1 atas Best Practices in Sustainable Mineral Development kategori Mettalic Minerals Distribution.

Selain Antam perusahaan asal Indonesia yang meraih penghargaan adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk kategori Mineral Mining-Non Metallic, PT Vale Indonesia Tbk untuk kategori Mineral Processing-Metallic dan PT Sibelco Lautan Minerals kategori Mineral Processin-Non Metallic, dan PT J Resources Bolaang Mongondow kategori Mineral Mining-Metallic.

Dalam keterangan tertulisnya, Menteri Suriya Jungrungreangkit mengapreasi total 16 perusahaan di ASEAN yang telah mencatatkan implementasi yang “outstanding” serta mempromosikan keberlanjutan pengembangan komoditas mineral di ASEAN.

Ke-16 Perusahaan itu dinilai telah melaksanakan praktik penambangan yang baik dari Brunei Darussalam (1), Indonesia (5), Lao PDR (2), Malaysia (2), Philippines (5), and Thailand (1).

Suriya Jungrungreangkit juga menyoroti transisi menuju ekonomi rendah karbon dan Industri 4.0 sebagai dua tren besar yang akan mempengaruhi sektor mineral secara signifikan dalam hal keberlanjutan serta pasokan dan permintaan pasar.

“Pergerakan menuju ekonomi rendah karbon terutama meningkatnya penggunaan energi yang efisien dan terbarukan, seperti penyimpanan energi dan kendaraan listrik, teknologi tinggi dan otomatisasi pintar akan secara drastis mengubah pola pasar mineral,” ungkapnya dilansir dari asean.org.

Dalam hal ini, ia menekankan pentingnya sektor mineral ASEAN untuk secara aktif menanggapi tantangan baru, terutama melalui pengembangan Rencana Aksi Kerjasama Mineral ASEAN (AMCAP) pada tahap 2 tahun 2021-2025 mendatang.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Antam, Arie Ariotedjo menyatakan apresasi atas pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik.

“Melalui penghargaan ini, akan semakin memacu Perusahaan untuk terus dapat mempertahankan dan meningkatkan pencapaian yang telah diraih terutama dalam good mining practice dan kinerja keberlanjutan” ujar Arie.

 

(*)