Jalur Tol Beroperasi, Pemudik Natal dan Tahun Baru ke Sumatera Diprediksi Meningkat

Oleh Liputan6.com pada 17 Des 2019, 08:06 WIB
Diperbarui 17 Des 2019, 08:06 WIB
Jalan Tol Trans Sumatera, Bakauheni, Lampung.

Liputan6.com, Jakarta Korlantas Polri melakukan pemantauan jalur trans Sumatera, jelang Natal dan Tahun Baru 2020. Pemantauan dilakukan melalui jalur darat melewati Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakaheuni, Bandar Lampung hingga akhirnya sampai Palembang.

Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan, tahun ini diperkirakan akan adanya peningkatan pemudik Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, anggotanya yang berada di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakeheuni sudah siap mengatur lalu lintas dan akan rekayasa apabila terjadinya antrean kendaraan.

"Kesiapan operasional tentunya Polda Banten tadi sudah menyiapkan langkah-langkah antara lain rekayasa lalu lintas dan antrian bila sampai menutup kilometer 93. Nanti akan dialih aruskan, kemudian kondisi pelabuhan yang regional dan eksekutif sudah dipisahkan saya pikir sudah mengcover pemudik yang diperkirakan tahun meningkat," kata Istiono, Selasa (17/12/2019).

Ia menjelaskan, alasan akan meningkatnya para pemudik. Karena pada tahun ini akan ada daya tarik khusus bagi para pemudik atau wisatawan dalam menggunakan jalur darat untuk menuju ke Palembang.

"Tahun ini dibukanya tol dengan waktu tempuh biasanya dari Lampung menuju Palembang itu 9 sampai 10 jam, ini dengan adanya tol bisa mencapai 3 sampai 4 jam," jelasnya.

 

2 dari 2 halaman

Antisipasi Cuaca Buruk

Proyek Tol Trans Sumatera. (Dok Kementerian PUPR)
Proyek Tol Trans Sumatera. (Dok Kementerian PUPR)

Selain antisapasi peningkatan kendaraan. Pihaknya bersama dengan intansi terkait yang ada di pelabuhan-pelabuhan juga persiapan dalam menghadapi apabila terjadi cuaca yang buruk.

"Di Pelabuhan Bakaheuni kita akan survei melihat pos pelayanan terpadu, pos polisi di jalan kita lihat. Kita lihat di Pelabuhan Merak sudah dititik-titikin, sudah disebar pos pelayanan pelabuhan. Nanti juga pos-pos terpadu kita terapkan di titik-titik jalan tol untuk Natal dan Tahun Baru," ujarnya.

Selain itu, dia memperkirakan terjadinya kepadatan penyebrangan bakal terjadi pada 21-22 Desember 2019 dan kepadatan arus baliknya terjadi pada 2-5 Januari 2020.

"Yang terpenting daya tampung. Bila antrean sampai kilometer 93. Perkiraan hendak 93 KM. Kita akan siapkan alih arus, parkiran upaya-upaya kita yang tepat bagaimana," ucapnya.

"Truk akan dilakukan pembatasan itu tanggal 21-22 Desember, diberlakukan sampai tanggal 25. Berarti tidak akan melintas. Pokoknya tidak melintas," sambungnya.

Terkait keamanan, sudah disiapkan pasukan Brimob yang dibantu aparat TNI yang siap apabila dimintakan perbantuan bila terjadi sesuatu.

"Seluruh Indonesia kurang lebih 160 ribu. Kalau Merak nanti kita detailkan lagi berapa maksimalkan," ucapnya.

Lanjutkan Membaca ↓