Jokowi: Sesakit Apapun Harus Tahan, Agar Pembangunan Infrastruktur Rampung

Oleh Lizsa Egeham pada 16 Des 2019, 11:58 WIB
Diperbarui 16 Des 2019, 11:58 WIB
Jokowi Pimpin Rapat Terbatas
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Rapat terbatas perdana dengan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju itu mengangkat topik Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Perekonomian. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menekankan bahwa salah satu fokus pemerintahan lima tahun ke depan adalah pembangunan infrastruktur. Dia mengatakan, pembangunan infrastruktur sangat penting sebagai pondasi dalam berkompentensi dengan negara lain.

Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) Rencana Pembanungan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Dalam acara ini, para menteri kabinet Indonesia Maju dan kepala daerah.

"Sesakit apapun harus berani kita tahan agar yang namanya pembangunan infrastruktur betul-betul rampung dan selesai. Artinya kelanjutan pembangunan infrastruktur tetap kita laksanakan," kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin (16/12/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut, pemerintah ingin menyambung infrastruktur ke kawasan-kawasan industri, produksi pertanian dan perikanan kepada kawasan wisata yang ada di setiap daerah. Dia mengingatkan bahwa hal itu adalah tugas pemerintah daerah.

"Misalnya, jalan tol disambungkan ke kawasan pertanian. Siapa yang menyambungkan? Ada pemprov, ada pemkab, ada pemkot, tugas bapak ibu semuanya adalah sambungkan," jelasnya.

Untuk itu, Jokowi meminta agar pada pemerintah daerah berkonsultasi dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono apabila dalam prosesnya tidak memiliki kemampuan APBD. Dia juga ingin agar bandara dapat disambungkan dengan kawasan wisata.

"Saya berikan contoh, Labuan Bajo ini segera pembangunan airport nya diekspansi, diperbaiki, kedua Manado juga sama airport-nya sedang dibangun. Kemudian Jogja, saya kira nanti bulan ketiga, bulan keempat sudah selesai," tuturnya.

"Mandalika juga sama, jalan menuju ke Mandalika dari airport juga sedang dalam proses pembangunan, Danau Toba juga sama," sambung Jokowi.

2 dari 3 halaman

Minta Pemda Konsultasi dengan PUPR

Presiden Jokowi Lantik 9 Anggota Wantimpres
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi membacakan sumpah jabatan saat melantik anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Jokowi resmi melantik sembilan anggota Wantimpres. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jokowi menyebut, dia pernah bertandang ke salah satu provinsi dan melihat ada pembangunan bendungan. Namun, dia terkejut ternyata sudah bertahun-tahun tidak ada irigasi di bendungan tersebut.

"Ada juga pelabuhan dibangun, di sebuah provinsi Kalimantan, tapi jalan gak disambung, untuk apa pelabuhan itu," ucap mantan Wali Kota Solo itu.

Untuk itu, dia meminta agar pemerintah daerah berkonsultasi dengan Kementerian PUPR. Jokowi juga mempersilakan apabila ada swasta yang ingin masuk untuk mengerjakan proyek infrastruktur.

"Kalau bisa dikerjakan swasta, silakan swasta masuk terlebih dahulu. Kalau swasta enggak ingin masuk ke sana karena IRR itu masih rendah, silakan BUMN masuk, karena IRR rendah BUMN bisa masuk,dengan disuntik yang namanya PMN," tandas Jokowi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓