Pesan Terakhir Anggota Satgas Tinombala ke Istri Sebelum Gugur di Sulteng

Oleh Yandhi Deslatama pada 14 Des 2019, 19:00 WIB
Diperbarui 16 Des 2019, 16:13 WIB
Pemakaman Muhamad Saeful Mudhori, anggota Satgas Tinombala IV di Pandeglang, Banten, Sabtu (14/12/2019). (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama).

Liputan6.com, Banten - Sebelum gugur karena diserang kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), anggota Satgas Tinombala Muhamad Saeful Mudhori, sempat mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp (WA) ke sang istri, Novi Septiyani. Pesannya, akan pulang ke Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pesan itu dikirim oleh Saepul pada Kamis, 12 Desember 2019. Kemudian, pada Jumat, 13 Desember 2019, usai salat Jumat, sekitar pukul 12.30 Wita, dia bersama jamaah lainnya diserang kelompok MIT.

Tak disangka, pesan terakhir itu menandakan anggota Satgas Tinombala tersebut benar-benar pulang ke kampung halamannya, namun dalam keadaan tak bernyawa.

"Kata-kata yang janggal enggak ada. Komunikasi sama saya enggak ada, cuma sama anak saya (Novi Septiyani) hari Rabu sama Kamis kemarin. Cuma dia (Saepul WA bilang) mau pulang (ke Pandeglang)," kata mertua almarhum, Habiburrahman, ditemui usai pemakaman, di Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (14/12/2019).

Dia mengatakan, Novi bercerita kepadanya kalau Saepul akan pulang ke Pandeglang dan menjemputnya untuk kembali ke Sulawesi. Novi merupakan warga asli Kabupaten Lebak, Banten, sedangkan Saepul merupakan warga Kabupaten Pandeglang.

"Anak saya lagi pulang ke sini (Lebak), Januari mau berangkat (diajak) lagi ke Sulawesi. Waktu pertama nikah dibawa ke sana (Sulawesi)," terangnya.

Saat tinggal bersama di Sulawesi, Novi sempat hamil, namun keguguran. Setelah kondisinya membaik, Saepul mengajak Novi pulang ke kampung halamannya.

Setelah Novi istirahat sekitar satu bulan di Lebak, Saepul berniat mengajak kembali istrinya di Sulawesi. Namun nahas, sang suami tak bisa mengajaknya tinggal bersama di Sulawesi, karena telah gugur di Medan perang sebagai personel Satgas Tinombala.

2 dari 3 halaman

Kronologi

Penembakan Senjata Api
Ilustrasi Foto Penembakan (iStockphoto)

Seorang Anggota Operasi Tinombala IV Brimob Polri berinisial Bharatu MSM tewas ditembak oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, penyerangan dilakukan usai salat jumat sekitat pukul 12.30 Wita.

"Sekitar 50 meter dari Pos Sekat Alfa 16, lima orang kelompok DPO MIT Poso menyerang anggota dan warga yang selesai salat Jumat," tutur Argo saat dihubungi, Jumat (14/12/2019).

Menurut Argo, usai melakukan penyerangan, lima orang itu langsung berpencar dengan tiga orang ke arah SD Salubanga dan dua orang ke arah belakang musala setempat.

"Beberapa menit kemudian terjadi kembali penyerangan dengan menembak ke arah Pos Sekat Alfa 16," jelas dia.

Selain itu, lanjutnya, para pelaku sempat menyandera warga dan anggota yang ada di Pos Sekat sepulang dari salat jumat. Hanya saja, anggota tersebut berhasil melarikan diri.

"Sekitar pukul 13.30 Wita, satu regu dari pasukan kejar yang dipimpin oleh Danki Kejar Ipda Richar telah menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dikarenakan Pos Sekat Salubanga terus memanggil untuk meminta bantuan melalui HT," Argo menandaskan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓