Mukernas Dinilai Bisa Jadi Momen Bersatunya PPP

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 14 Des 2019, 18:02 WIB
Diperbarui 15 Des 2019, 06:16 WIB
PPP Kubu Romi Serahkan Berkas Pendaftaran Peserta Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-5 di Grand Sahid Jaya, Jakarta. Mukernas kali ini diharapkan menjadi momentum untuk bersatunya partai berlambang Ka'bah tersebut, yang mengalami dualisme kepengurusan.

"Konflik harus diakhiri. Mukernas momentumnya," kata pengamat politik Adi Prayitno saat dihubungi, Sabtu (14/12/2019).

Dia menuturkan, seluruh kader PPP harus menyadari akan kekuatan untuk bersatu. Apalagi banyak agenda politik ke depan yang menjadi pertimbangannya.

"Lebih baik para elite PPP bersatu dan solid. Jika tidak solid, maka tinggal satu partai yang tidak solid dalam menghadapi Pemilu 2024," ungkap Adi.

Karenanya, siapapun nanti yang menjadi ketua umum, harus mengakomodir semua pihak. "Harus duduk bersama untuk memikirkan masa depan PPP," pungkas Adi.

2 dari 3 halaman

Kubu Humphrey Djemat

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil mukhtamar Jakarta, Humphrey Djemat
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil mukhtamar Jakarta, Humphrey Djemat, Sabtu (30/11/2019). (Liputan6.com/ Putu Merta Surya Putra)

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil mukhtamar Jakarta, Humphrey Djemat mengatakan, siap bersatu kembali dengan PPP hasil Muktamar Pondok Gede. Dia pun yakin bisa islah.

Adapun ini disampaikan saat menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas). Acara dilangsungkan di Hotel Redtop Pacenongan, Jakarta Pusat, Sabtu 30 November 2019.

Dia menuturkan, niatan bersatu kembali sudah dibicarakan dengan Suharso Monoarfa, Plt Ketum PPP hasil Muktamar Pondok Gede, yang difasilitasi oleh dua senior partai Lukman Hakim dan Endin Soefihara.

"Saya bilang saya sudah lama menantikan pertemuan dengan Suharso. Saya akan menyambut baik pertemuan itu. Cuma saya minta pertemuan dilakukan penuh kekeluargaan dan di tempat netral," cerita Humphrey.

Usai bertemu, keduanya siap bekerja sama membangun PPP kembali, terlebih melihat hasil Pilpres 2019.

"Kalau PPP ingin besar ya kita bersatu, saya ingin Muktamar bersama," ungkap Humphrey.

Dia pun mengaku terus berkomunikasi dengan Suharso. Sampai akhirnya, terjadi pertemuan 16 November 2019 di kediaman senior PPP Hamzah Haz. Di sanalah keduanya bersepakat Islah.

"Kita sudah sepakat akan menyatukan PPP di mukhtamar bersama. Pak Hamzah bilang, kalau ketum PPP ini sudah bersama udah selesai dong masalahnya," kata Humphrey menirukan kalimat Hamzah Haz.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait