Ma'ruf Amin Minta Kampus Islam Redam Penyebaran Paham Radikal

Oleh Liputan6.com pada 14 Des 2019, 14:33 WIB
Diperbarui 14 Des 2019, 18:16 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin  saat menghadiri Silaturahmi Kerja Nasional Masyarakat Ekonomi Syariah di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Liputan6.com, Banten - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan agar kampus universitas islam negeri dapat berperan sebagai peredam berbagai kondisi negatif, termasuk penyebaran paham radikalisme di Indonesia.

"Kampus (UIN) ini juga hendaknya berperan sebagai stabilisator, terutama dalam upaya meredam berbagai kondisi negatif yang dapat menciptakan instabilitas di dalam masyarakat, seperti penyebarluasan paham radikalisme," kata Ma’ruf Amin saat menyampaikan Orasi Ilmiah dalam acara Wisuda UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Royale Krakatau Hotel Cilegon, Sabtu (14/12/2019) seperti dilansir Antara.

Dia menjelaskan, penyebaran paham radikal saat ini bisa terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dan tidak menutup kemungkinan di lingkungan pendidikan. Berbagai macam bentuk radikalisme tersebut antara lain menggunakan dalih agama, supremasi etnis yang melahirkan gerakan separatis, serta radikalisme dengan dalih kelompok tertentu.

"Radikalisme terjadi dan mendompleng dalam kehidupan masyarakat. Saat ini radikalisme agama adalah yang paling sering digunakan untuk menjustifikasi penggunaan kekerasan," kata Ma'ruf Amin.

Penangkalan radikalisme, kata Ma'ruf Amin, menjadi upaya penting untuk menanggulangi aksi teror yang dapat mengancam kehidupan masyarakat karena radikalisme merupakan akar permasalahan utama dari terorisme yang mengancam kehidupan negara dan beragama.

2 of 3

Menangkal Radikalisme

Wapres Ma'ruf Amin Buka Musyawarah Bersama Ormas-Ormas Islam
Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat membuka acara Musyawarah Bersama (Mubes) di gedung Gradhika Bhakti Pradja Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (13/12/2019). Musyawarah Bersama tersebut diselenggarakan MUI, IPHI, DMI, BWI dan Baznas. (Liputan6.com/Gholib)

Upaya menangkal radikalisme harus dimulai dari upaya menangkal cara berpikir radikal, untuk kemudian memutus proses transfer cara berpikir radikal tersebut dari satu kelompok kepada kelompok lain, jelasnya.

"Dan upaya menangkal radikalisme dilakukan dengan memberikan imunisasi kepada masyarakat agar tidak mudah menerima pikiran-pikiran radikal tersebut dengan dalih apapun juga, termasuk dalih agama," tegas Ma'ruf.

Oleh karena itu, Wapres meminta kepada seluruh lembaga pendidikan tinggi berbasis agama Islam, baik universitas negeri maupun perguruan tinggi swasta, untuk mengutamakan pengajaran Islam yang Rahmatan-lil-alamin.

"Kita mendorong dan kita kembangkan supaya masyarakat memiliki cara berpikir yang toleran, jangan yang intoleran," ujar Ma'ruf Amin.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓