Titik Rawan Macet dan Kecelakaan Jelang Mudik Natal dan Tahun Baru

Oleh Nanda Perdana Putra pada 13 Des 2019, 13:04 WIB
Diperbarui 13 Des 2019, 13:04 WIB
Tol Palimanan Arah Cikampek
Perbesar
Kendaraan yang didominasi pemudik melintasi Jalan Tol Cipali di kawasan Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (8/7). Diberlakukannya sistem satu arah atau one way menyebabkan jalur Trans Jawa dari arah Palimanan menuju Cikampek ramai lancar pada H+3 Lebaran. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Polri memetakan titik rawan kemacetan dan kecelakaan jelang Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, ada enam titik rawan kemacetan.

"Ada enam titik. Di Medan Berastagi, di Jabar ada di arah ke Puncak dan Lembang, juga Merak. Kemudian ada beberapa lokasi rawan macet karena menyempit, bottle neck, dan akibat pasar tumpah. Ada juga pasar yang tiba-tiba muncul di pinggir jalan," jelas Argo di Auditorium STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/12/2019).

Kemudian untuk titik rawan kecelakaan lalu lintas, lanjutnya, ada tiga wilayah yang terus menjadi perhatian.

"Itu di Tol Cikampek, kemudian Cileungsi, dan beberapa tol yang dikatakan rawan adalah yang lurus, yang panjang, sehingga kadang sopir terlena dengan kelurusan jalan, yang jalannya lebar, sehingga bisa mengantuk dan mengakibatlan kecelakaan," jelas dia.

2 dari 3 halaman

Puncak Arus Mudik

Argo menyebut, kondisi tersebut akan ditangani dengan gelar Operasi Lilin 2019 yang akan dilaksanakan 10 hari. Mulai tanggal 23 Desember 2019 sampai dengan 1 Januari 2020.

"Prediksi arus mudik itu kita melihat tanggal 25 kan Hari Natal. Tanggal 21 dan 22 itu puncak mudiknya. Kemudian menghadapi tahun baru ini, arus mudik kedua diperkirakan meningkat juga. Arus baliknya di 1 Januari atau 2 Januari 2020," Argo menandaskan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓