Pro Kontra Usai Nadiem Berencana Ujian Nasional Dihapus

Oleh Maria Flora pada 12 Des 2019, 15:03 WIB
Diperbarui 12 Des 2019, 15:03 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Rencana penghapusan ujian nasional (UN) menuai pro dan kontra di kalangan pengajar dan pelajar. Di SMA Negeri 68 Jakarta Pusat, sejumlah siswa kelas 12 mendukung UN dihapuskan. Namun, tidak kepala sekolah.

Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Kamis (12/12/2019), Menteri Pendidikan Nadiem Makarim berencana menghapus UN. Salah satu alasannya karena dinilai membebani siswa, guru, dan orangtua.

Rencananya UN akan dilaksanakan terakhir kalinya pada tahun 2020.

Pada 2021 ujian nasional akan digantikan oleh asesmen kompetensi minimum dan survei karakter, dan akan dilaksanakan di tengah dan bukan di akhir jenjang sekolah.

Penghapusan UN menjadi salah satu dari empat pokok kebijakan merdeka belajar yang dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim.