SBY Pertanyakan Isu Penjualan Aset Negara demi Pindahkan Ibu Kota Negara

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 11 Des 2019, 20:38 WIB
Diperbarui 11 Des 2019, 21:17 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato dihadapan kader-kadernya di JCC, Senayan, Jakarta. (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi peringatan kepada Presiden Jokowi dan jajarannya, terkait pembangunan ibu kota baru.

Pasalnya menurut SBY, perlu perhitungan matang khususnya tata rencana yang harus mendetil.

"Demokrat yakin, pemerintah sangat tahu bahwa membangun sebuah ibu kota hakikatnya adalah membangun kehidupan, Demokrat mengingatkan agar perencanaan strategis pemerintah benar-benar disiapkan dengan seksama. Konsepnya seperti apa?," wanti SBY saat menyampaikan pidato politiknya di JCC, Jakarta, Rabu (11/12/2019) malam.

SBY pun menggarisbawahi tanda tanyanya terkait program pemindahan ibu kota, seperti bagaimana konsepnya, jadwal pembangunannya,besaran besar biaya yang digunakannya, dan paling utama adalah sumber anggarannya.

"Apakah betul ada pemikiran untuk menjual aset-aset negara dan bahkan utang ke luar negeri untuk membiayainya? Hal inilah yang ingin kami dengar," kata SBY.

Karenanya, SBY mendesak pemerintah untuk dapat transparansi kepada publik terkait tata rencana ibukota baru ini.

Sebab SBY yakin, rakyat Indonesia pun ingin mengetahui bagaimana pemerintah bekerja untuk membangun ibu kota baru yang sudah ditetapkan di Kalimantan Timur.

"Saya yakin rakyat Indonesia juga ingin mendengar dan mengetahuinya. Banyak contoh di dunia, negara yang berhasil dan juga yang gagal dalam membangun ibukota yang baru. Tentu kita ingin menjadi negara yang berhasil dalam membangun ibukota baru ini," SBY menandasi.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓