Bayi di Jakarta Tewas Tersedak Pisang, Ini Anjuran Dokter Anak

Oleh Devira Prastiwi pada 10 Des 2019, 14:01 WIB
Diperbarui 10 Des 2019, 14:01 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Nyawa Azahra Husaini tidak tertolong meski telah ditangani tim medis puskesmas Kecamatan Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (10/12/2019), Azahra tiba-tiba mengalami kejang dan sulit bernafas setelah diberi makan buah pisang oleh orangtuanya.

"Dari pemeriksaan sementara, dari dokter menyatakan memang kondisi korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Bila kita simpulkan memang bayi meninggal karena memang tersedak pisang," kata Kapolsek Kebon Jeruk AKP Erick Ekananta Sitepu.

Menurut dokter spesialis anak, memberikan makanan pendamping ASI baru dianjurkan setelah bayi setidaknya berusia enam bulan.

"Menjadi perhatian semua ibu-ibu yang mulai memberikan makanan terlalu dini pada bayi, sebenarnya pada saat itu kemungkinan besar sepertinya bukan karena pisang saja yang bikin dia itu meninggal, kemungkinan ada faktor tersedak dan mungkin emergency pertolongannya kurang cepat, tapi juga kita lihat respons bayinya. Intinya begini, kalau bayi masih diemut, kemudian juga enggak lancar padahal sebelumnya lancar, mungkin kita tidak terlalu memaksakan dengan tekstur yang baru," ucap Dokter Spesialis Anak Dr Siti Budiati.

Komponen makanan bayi yang diperlukan adalah yang mengandung protein hewani, lemak, dan karbohidrat. Sementara, tekstur makanan harus disesuaikan.

Tekstur makanan instan sesuai usia bayi bisa menjadi acuan dalam pembuatan makanan bayi di rumah.